Kompas.com - 04/11/2019, 09:54 WIB

KOMPAS.com - Waktu libur dua hari di akhir pekan menjadi favorit banyak orang untuk mengganti waktu tidur yang kurang saat hari kerja.

Dalam sebuah survei di Amerika terhadap 2.000 orang dewasa tentang rencana mereka pada Daylight Saving Time (pengurangan listrik dan memperpanjang jam sore), mayoritas (41 persen) menjawab ingin tidur.

Meski membayar utang tidur sebenarnya tidak bisa menghapus efek dari kurang tidur, tetapi bangun dengan perasaan lebih segar dan waspada dapat mengingatkan orang tentang pentingnya kualitas tidur.

"Ini akan membuat orang menyadari bahwa tidur sangat penting bagi kesehatan. Perlu komitmen agar setiap orang segera berkonsulasi ke dokter jika punya masalah tidur," kata Dr.Kelly Carden, presiden American Academy of Sleep Medicine.

Kebutuhan tidur bervariasi pada setiap orang, tetapi kita harus tidur dan bangun dalam waktu yang teratur agar bisa bangun dalam kondisi bugar dan waspada.

Tanda kita kurang cukup tidur adalah bangun dengan perasaan tidak segar atau selalu mengantuk sepanjang hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.