Kompas.com - 14/11/2019, 19:13 WIB
Iring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016). KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIAIring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016).

“Klem akan dipasang dengan presisi dan sedemikian rupa sehingga tetap aman jika anak akan pipis tak akan mengenai luka. Anak juga bisa bergerak aktif,” kata dr.Encep Wahyudan, dalam acara yang sama.

Ia mengatakan, risiko perdarahan juga sangat rendah karena tanpa jahitan, serta lebih higienis.

“Klem akan menjepit bagian kulit dan sekitar lima hari sampai seminggu akan putus sendiri,” katanya.

Selain metodenya, menurut Henki yang tak kalah penting adalah kontrol pascatindakan khitan.

“Orangtua anak juga perlu mendapat edukasi tentang pemeliharaan luka dan proses penyembuhan, “ katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.