Ingin Istri Cepat Hamil? Ini 11 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Kompas.com - 15/12/2019, 22:21 WIB
. SHUTTERSTOCK.
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sperma yang sehat dan berkualitas diidamkan oleh para pria. Sebab, sperma sehat berpengaruh dalam hubungan pernikahan dan berkorelasi terhadap kesuburan. Meningkatkan kualitas sperma pun tak sulit, semuanya ada di genggaman kita.

Secara umum, kualitas sperma ditentukan oleh tiga indikator. Indikator tersebut yaitu jumlah sperma, kecepatan pergerakan sperma, dan bentuk sperma yang sempurna (kepala melingkar dan ekor panjang yang kuat).

Bagaimana cara meningkatkan kualitas sperma? Ini tips-nya:

1. Berolahraga teratur namun tak berlebihan

Berolahraga, bahkan yang ringan sekalipun, membantu meningkatkan kuantitas, pergerakan, dan bentuk sperma. Studi juga menemukan, indeks massa tubuh yang tinggi namun aktivitas fisik rendah berkontribusi negatif terhadap kualitas sperma.

Kita bisa memilih jenis olahraga yang disukai dan dirasa bisa rutin dilakukan. Misalnya, jalan kaki 20 menit per hari atau melakukan push-up. Namun ingat, jangan berlebihan.

Baca juga: 6 Langkah demi Kualitas dan Kuantitas Sperma yang Sehat

2. Batasi asupan kafein

Walau menyehatkan, kafein berisiko merusak DNA sperma dan menurunkan jumlahnya. Dengan demikian, kita disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi.

Dua cangkir per hari cukup untuk memberikan efek positif dan membuat kita terjaga.

3. Penuhi kebutuhan vitamin C

Vitamin C berkontribusi dalam peningkatan jumlah sperma. Bahkan di beberapa kasus, vitamin C dapat menambah jumlah sperma hingga dua kali lipat dalam beberapa bulan.

Beberapa sumber vitamin C yang mudah dicari, yaitu jeruk, kentang, stroberi, dan sayur bayam.

Baca juga: 5 Tips Meningkatkan Kualitas Sperma Dengan Pola Hidup Sehat

4. Hindari paparan zat kimia tertentu

Zat kimia berbahaya tertentu dapat merusak jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma. Beberapa jenis zat kimia yang utama harus dihindari yaitu:

  • Tembaga, banyak terdapat di pipa-pipa, cat, tanah, dan di rumah-rumah tua
  • Aseton, terdapat di piring plastik, kemasan plastik serta bahan konstruksi
  • Uap merkuri, ditemukan di debu logam dan partikel kecil di area pabrik yang ada di udara

Kita bisa meminimalisir paparan zat tersebut dengan saksama membaca kandungan produk (termasuk makanan), serta mengganti bahan plastik dengan bahan lain (seperti stainless steel, gelas, dan plastik yang dapat terurai).

5. Batasi konsumsi alkohol

Selain kafein, alkohol yang berlebihan pun merusak kualitas sperma, terutama jumlah dan pergerakannya.

Jika kamu memang perlu minum alkohol, empat gelas minuman beralkohol dalam seminggu menjadi batasan maksimal yang dibolehkan.

6. Rutin konsumsi tomat dan semangka

Likopen merupakan zat gizi yang memberikan warna merah pada buah semangka dan tomat. Zat gizi ini juga mengurangi senyawa spesies oksigen reaktif yang merusak DNA sperma, serta sperma itu sendiri. Buah semangka dan tomat juga tak sulit dicari, bukan?

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Makanan Penambah Sperma

7. Belajar rileks dan kendalikan stres

Stres dapat memengaruhi kesuburan dan kepuasan seks. Sebab, saat stres, hormon kortisol akan dilepaskan tubuh dan berpengaruh negatif terhadap hormon testosteron.

Manajemen stres dapat dilakukan dengan jalan kaki di alam terbuka atau taman, menerapkan meditasi, berolahraga, dan menghabiskan waktu bersama teman.

8. Cukupi kebutuhan vitamin D

Pria dengan kadar testosteron yang rendah cenderung kekurangan vitamin D. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D adalah rutin berjemur di bawah sinar mentari 10-30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Vitamin D juga terkandung di makanan seperti ikan salmon, ikan sarden, tiram, udang, dan kuning telur.

Apabila terasa sulit, konsultasikan dengan dokter untuk kemungkinan pemberian suplemen vitamin D.

Baca juga: Vitamin yang Dibutuhkan agar Mr. P Bekerja Optimal

9. Tidur yang cukup

Kurang istirahat atau tidur yang berlebihan dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa yakni 7-9 jam setiap harinya.

Baca juga: Ingin Punya Sperma Berkualitas? Tidurlah 8 Jam Penuh

10. Penuhi berat badan ideal

Berat badan ideal tak sekadar persoalan percaya diri. Orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko terhadap masalah medis, termasuk risiko tak subur.

Berolahraga teratur dan menjaga asupan kalori menjadi cara paling sehat untuk mengontrol berat badan.

11. Cukupi kebutuhan vitamin B

Vitamin B12 (kobalamin) melindungi sperma dari peradangan dan tekanan oksidatif yang merusak sel. Sedangkan vitamin B9 (folat) juga penting untuk pria, karena kekurangan vitamin ini berkaitan dengan penurunan kualitas sperma.

Vitamin B12 dapat ditemukan dalam daging sapi, ikan, dan produk susu. Sedangkan sumber folat yaitu sayur bayam, kuning telur, pisang, sayur brokoli, jamur, dan hati sapi.

Masalah kesuburan tak hanya milik kaum hawa, namun juga para pria. Meningkatkan kualitas sperma di atas bisa dilakukan untuk meningkatkan kesuburan, dan tentunya kualitas seks yang memuaskan.

Baca juga: Meningkatkan Sperma dengan Makanan, Apa Rekomendasinya?



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X