Kompas.com - 08/01/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi lari di treadmill BrianAJacksonIlustrasi lari di treadmill

KOMPAS.com - Berlari di treadmill atau berlari di luar, pada dasarnya aktivitas fisik lari. Namun, kedua cara itu tentu punya banyak perbedaan bagi pelari.

Pertama kali melakukan olahraga lari di treadmill bisa terasa membosankan. Praktis kamu diam tanpa ada pandangan baru yang mengganggu, kecuali jika kamu mempunyai televisi menyala tepat di depanmu.

Sementara berlari di luar memberi udara segar, perubahan pemandangan, serta perubahan permukaan.

Penelitian terbaru menyimpulkan, ada beberapa situasi di mana berlari di treadmill lebih menguntungkan. Namun secara keseluruhan, kedua metode lari tersebut tak jauh berbeda.

Pada sebuah meta-analisis yang diterbitkan Sports Medicine, para peneliti mengamati 33 studi yang membandingkan berlari di treadmill dengan berlari di luar rumah.

Mereka menemukan, kedua permukaan memberi seseorang lari yang relatif sama. Sedikit perbedaan di antara kedua jenis lari itu seperti serangan kaki, fleksi lutut, serta perpindahan vertikal panggul.

Baca juga: 3 Tips Merawat Treadmill agar Tetap Awet

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti juga menemukan bahwa permukaan tanah dapat membuat perbedaan terbesar berdasarkan jenis cedera tertentu. Mereka melihat apakah kemiringan sekitar 1 persen benar-benar memengaruhi atau tidak.

Saat berlari di atas treadmill, seseorang diamati mendarat pakai tumit (lebih ke bagian tengah atau depan kaki). Sementara, ketika berlari di luar, orang-orang cenderung mendarat di kaki bagian belakang.

Perubahan ini kemungkinan karena tubuh sedang mencoba mengkompensasi pada perbedaan permukaan. Demikian menurut penulis studi utama, Bas Van Hooren, PhD di bidang kesehatan, kedokteran, dan ilmu kehidupan di Maastricht University, Belanda.

Perbedaan kecil ini dapat disebabkan oleh tingkat kenyamanan seseorang berlari di treadmill. Jika kamu melakukan gaya mendorong di atas treadmill, kecepatan sabuk akan sedikit mengubah gaya berlarimu.

Pelari juga cenderung mengalami ketegangan tulang lebih rendah pada tulang kering ketika berlari di treadmill dibandingkan dengan berlari di luar. Ini dapat bermanfaat untuk merehabilitasi diri dari fraktur stres, sebab treadmill tertentu mempunyai permukaan yang kurang kaku daripada berlari di atas aspal.

Baca juga: Waspada, Penanganan Kram Kaki Saat Lari Sering Salah

 

Namun, jika kamu sedang berjuang sembuh dari cedera betis atau tendon Achilles, berlari di luar lebih bermanfaat karena tidak terlalu memaksa otot dan tendon bekerja keras, kata Van Hooren.

Lalu, perlukah menambah kemiringan sebesar 1 persen pada treadmill untuk meniru intensitas lari di luar ruangan? Ternyata jawabannya tidak. Berlari di treadmill sudah sangat menyerupai apa yang kamu rasakan saat berlari di luar.

Menambahkan kemiringan 1 persen di atas treadmill baru bermanfaat bagi mereka yang berlari lebih cepat dari 8 - 10 mil per jam (12 - 16 km per jam) untuk mengimbangi kurangnya hambatan udara ketika berlari dengan kecepatan tersebut, seperti disebutkan studi sebelumnya yang diterbitkan Sports Medicine.

 

Baca juga: Sukses Turunkan Berat Badan 25 Kg Tanpa Latihan Kardio, Mau?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X