Berkreasi, Bikin Sneaker Puma RS-X3 "Satu-satunya di Dunia"...

Kompas.com - 10/02/2020, 10:51 WIB
Para peserta workshop customize sepatu Puma RS-X3 berpose bersama usai acara di Gerai Puma, Senayan City, Jakarta, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOPara peserta workshop customize sepatu Puma RS-X3 berpose bersama usai acara di Gerai Puma, Senayan City, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

KOMPAS.om - Memiliki barang atau koleksi unik dan berbeda dari milik orang lain kerap menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang.

Sneaker adalah salah satu barang yang kerap dipandang karena kelangkaan, keunikan, atau pun faktor identifikasi diri dari si pemiliknya.

Maka tak heran jika para penggemar sneaker kerap berlomba-lomba mendapatkan sepatu edisi khusus, langka, atau pun membuat kreasi unik dengan memakai jasa customizer.

Semangat itu pula yang terlihat di gerai Puma, Senayan City, ketika digelar acara workshop customize sepatu Puma RS-X3, akhir pekan lalu.

Baca juga: Bikin Sepatu Puma Custom Bareng Never Too Lavish, Mau?

Acara tersebut diadakan bersamaan dengan momen peluncuran sepatu Puma RS-X3, dengan menggandeng customizer kondang Indonesia, Never To Lavish (NTL).

"Wah ini satu-satunya di dunia nih, gak ada lagi yang lain," canda Reza Pahlevi, Senior Executive Marketing PT Puma Cat Indonesia, mengomentari kreasi salah satu perserta workshop.

Sore itu, gerai Puma di Sency -yang adalah salah satu gerai terbesar di Indonesia, memang berubah menjadi semacam ruang pelatihan.

Ada tak kurang dari 20 peserta workshop yang berasal dari komunitas Jakarta Sneaker Day dan Urban Sneaker Society, sejumlah figur key opinion leader, beberapa pelanggan dan juga media.

Masing-masing dibekali sepasang sepatu Puma RS-X3 yang bakal dijadikan "kanvas" bagi para peserta untuk berkreasi sesukanya, membuat sneaker itu sesuai selera.

Sepatu Puma RS-X3.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Sepatu Puma RS-X3.

Baca juga: Sneaker RS-X PUMA Terbaru, Kembali Terinspirasi Sonic The Hedgehog

Di atas meja yang disusun di tengah toko, terdapat botol-botol cat akrilik beraneka warna, kuas berbagai ukuran, serta palet dan juga masking tape serta tisu untuk membantu proses kreasi.

"Karena hari ini kita hanya memakai cat akrilik, maka perlu saya ingatkan supaya, bagian suede di sepatu ini didiamkan saja, karena akan rusak kalo kena cat."

Begitu kata founder Never Too Lavish, Bernhard Suryaningrat atau yang akrab disapa Abeng, ketika memberikan pengarahan.

Sneaker RS-X3 ini memang menggunakan kombinasi beragam material, antara lain mesh, kulit, dan juga suede, selain bidang midsole yang tebal dan berwarna.

"Nah, pada bagian mesh (ada di depan dan samping sepatu), sebaiknya cat-nya ditambahkan air lebih banyak, supaya nanti pas kering enggak kaku," sambung Abeng. 

Abeng pun menyebutkan, untuk bidang kulit yang ada pada sejumlah bagian di permukaan sepatu, harus dipulas dengan aseton.

Baca juga: Meramal Kejutan Puma di Tengah Pesta di Negeri Jiran...

Aseton berguna untuk mengangkat lapisan vernis, agar cat akrilik dapat melekat sempurna.

Pengarahan semacam itu terus diberikan Abeng, untuk memastikan para customizer "dadakan" tersebut dapat merampungkan kreasinya seperti yang dibayangkan. 

Konsep dan eksekusi

Salah satu peserta workshop customize sneaker Puma RS-X3 di Gerai Puma, Senayan City, sedang berkreasi dengan cat akrilik dan kuas. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Salah satu peserta workshop customize sneaker Puma RS-X3 di Gerai Puma, Senayan City, sedang berkreasi dengan cat akrilik dan kuas.
Abeng menjelaskan, dalam urusan sneakers customizing ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yakni konsep, dan eksekusi terhadap konsep itu.

"Jadi kita harus melihat, konsepnya seperti apa, lalu eksekusinya seperti apa," sebut dia.

"Ada yang konsepnya bagus, tapi saat eksekusinya gak mulus, gak rapi misalnya. Atau sebaliknya, konsepnya kurang bagus, tapi malah eksekusinya mulus," sambung Abeng.

Kombinasi kedua hal tersebut menjadi faktor utama yang dilihat dalam sukses tidaknya sebuah upaya membuat sepatu custom.

"Kalau di NTL biasanya kami adakan waktu khusus untuk susun konsep, masing-masing ajukan ide, dan seterusnya."

"Makanya, kalo orang custom di kami setidaknya butuh waktu satu bulan, karena harus melewati tahapan itu," kata Abeng kepada Kompas.com.

Baca juga: Keren, Team Elvo Berkolaborasi dengan Never Too Lavish

Puma RS-X3 kreasi Never To Lavish yang menggunakan material cat akrilik mengusung konsep tie-dye. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Puma RS-X3 kreasi Never To Lavish yang menggunakan material cat akrilik mengusung konsep tie-dye.

Berangkat dari penilaian itu pula,di akhir acara workshop yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, Abeng akhirnya menentukan peserta bernama Boim sebagai pemenang.

Boim menjadi juara, mengalahkan dua kreasi lain yang juga dipilih sebagai yang paling menarik baik secara konsep dan eksekusi.

"Konsep yang diajukan menarik, bagus, meski memang secara eksekusi masih harus perlu dirapikan lagi. Tapi pada dasarnya semua peserta membuat yang keren-keren," kata Abeng lagi.

Pemenang dari workshop ini mendapatkan hadiah satu pasang sepatu RS-X3 yang telah dihias oleh NTL -juga memakai cat akrilik, dengan nilai Rp 5,5 juta.

Baca juga: Never Too Lavish Lirik Bisnis Baru, Custom Rangkai Bunga Jadi Sneakers

NTL menampilkan kreasi tie-dye style pada sepatu yang dipajang di tengah lokasi acara, dan akhirnya menjadi milik Boim.

Tapi, siapa pun pemenangnya, para peserta workshop sudah berusaha membuat sepatu unik berdasarkan kreasi personal, --tak ada yang menyamai.

Maka benar nampaknya, bahwa sepatu mereka menjadi versi RS-X3 "satu-satunya di dunia".  Menarik kan?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X