Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/03/2020, 14:54 WIB

KOMPAS.com - Seperti kita ketahui, Singapura telah mengonfirmasi 32 kasus warganya yang terinfeksi virus corona (COVID-19). Namun bagaimana pemerintah Singapura mampu menenangkan warganya agar tak panik?

Dalam laman Channel New Asia disebutkan, bahwa melawan rasa takut adalah bagian penting dalam memerangi COVID-19.

Sekalipun ada upaya-upaya oleh para dokter, keamanan yang mumpuni, dan para profesional lainnya, perasaan takut atau bahkan firasat apokaliptik tampaknya telah berkembang selama berjangkitnya wabah tersebut.

Baca juga: Tak Perlu Panik Berlebih, Simak Tips Cegah Infeksi Covid-19

Misalnya, akhir pekan lalu warga Singapura berbondong-bondong ke supermarket dengan panik membeli dan menimbun kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok.

Kepanikan juga terasa di transportasi umum, dimana warga Singapura kerap tak nyaman saat ada petugas medis berseragam ada dalam satu kendaraan dengan mereka.

Bagaimana agar tetap tenang?

"Tetap tenang dan terus berjalan" sangat berguna dalam masa-masa sulit ini. Mantra itu harus berlaku bagi warga Singapura, dalam upaya mengataasi rasa takut, dan pemerintah melanjutkan upaya untuk menghilangkan rasa takut kolektif ini dengan mambenagun kepercayaan.

Para pemimpin harus menjaga profil publik yang tinggi dan berbicara terus terang tentang yang baik, yang buruk, dan yang paling buruk dari upaya yang telah dijalani.

Kehadiran mereka dalam mengatasi masalah akan memberikan kepemimpinan yang dibutuhkan, menenangkan keyakinan, dan meningkatkan kepercayaan publik.

Kemajuan dan update berita terbaru tentang Corona dari saluran resmi pemerintah, termasuk melalui WhatsApp juga sangat membantu.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ini 3 Langkah Sederhana Menjaga Imunitas Tubuh

Untuk menambah stabilitas dan meningkatkan komunikasi, pemerintah harus mengadakan konferensi pers secara teratur pada waktu-waktu tertentu sehingga publik bisa mendapatkan pembaruan rutin, dan menghindarkan informasi hoax.

Pemerintah juga harus mengeksplorasi siaran konferensi pers ini, sehingga publik mendapatkan informasi dengan cepat dan langsung.

Meningkatkan komunikasi tentang mengapa langkah-langkah tertentu diambil dan memastikan tidak ada sumber berita yang lainnya juga penting dilakukan.

Memang, menantang untuk memastikan komunikasi yang akurat dalam iklim ketakutan umum. Namun, upaya harus terus dilakukan untuk melawan berita hoax yang beredar.

Yang perlu digarisbawahi juga adalah kesiapan para pemimpin bisnis untuk menghadapi ini. Bagaimana memastikan ketersediaan barang pokok dan juga fasilitas penunjang.

Baca juga: Cegah Infeksi Virus Corona, Rajinlah Cuci Tangan dengan Benar

Pada akhirnya, warga Singapura memiliki alasan yang kuat untuk percaya bahwa pihak berwenang berkomitmen dan cukup kompeten untuk melindungi kesejahteraan publik.

Apa yang telah mereka lakukan sejauh ini, juga seharusnya tidak memberi alasan terlalu banyak kekhawatiran.

Yang tak kalah penting adalah bagi warga Singapura untuk memercayai warga negara mereka untuk tidak merusak kesehatan dan kepercayaan publik melalui tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak berperasaan.

Mereka pun menyadari masih memiliki banyak pekerjaan untuk memelihara ketahanan sosial.

Sehingga, tidak ada alasan untuk tak mempercayai kemampuan dan tekad untuk mengatasi bahaya yang jelas, selain rasa takut itu sendiri.

Baca juga: Tak Semua Orang Perlu Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.