Antisipasi Corona, Kurangi Menyentuh Wajah

Kompas.com - 03/03/2020, 21:35 WIB
Petugas sekolah memeriksa suhu tubuh siswa menggunakan termometer non kontak saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas sekolah memeriksa suhu tubuh siswa menggunakan termometer non kontak saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit.

KOMPAS.com - Vaksin dan obat untuk infeksi Covid-19 memang belum ditemukan, namun kita bisa melindungi diri dari penularan. Salah satunya dengan lebih sering mencuci tangan dengan sabun serta tidak menyentuh wajah terlalu sering.

Namun, menghindari menyentuh wajah agak menantang. Pada dasarnya, sulit untuk berhenti menyentuh wajah kita dengan tangan.

Sebuah studi pada 2015 menyoroti frekuensi menakutkan dari kontak tangan ke wajah pada individu. Para peneliti merekam 26 mahasiswa kedokteran pada sebuah kelas dan menghitung berapa kali mereka menyentuh wajah mereka.

Rata-rata, tiap siswa menyentuh wajah mereka 23 kali dalam satu jam, dengan 44 persen kontak tersebut melibatkan selaput lendir seperti mulut, hidung, atau mata.

Menyentuh wajah, terutama di sekitar selaput lendir, membuat virus dan bakteri lebih mudah masuk ke tubuh kita.

Baca juga: Simak, 3 Langkah Mencegah Risiko Infeksi Corona dari WHO

Hal ini akan menginfeksi dan mengubah tangan kita menjadi biang untuk penyebaran penyakit.

"Kebiasaan menyentuh wajah juga menyebabkan jerawat. Dan seseorang yang menyentuh wajah mereka tanpa henti tampak kurang percaya diri, dan kurang perhatian," kata Sanam Hafeez, psikolog di New York.

Guna membantu orang mengurangi menyentuh wajah, Hafeez dan para ahli mengidentifikasi beberapa teknik yang dapat membantu.

Pantau kebiasaan menyentuh wajah kita

Langkah pertama untuk mengubah kebiasaan adalah miliki kesadaran yang kuat tentang kapan dan mengapa kita menyentuh wajah. Sesuatu seperti menggigit kuku atau menyentuh wajah bisa menjadi hal impulsif yang dilakukan karena bosan, gelisah, atau kebutuhan sensorik.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Halaman:


Sumber Huffpost
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X