Kompas.com - 19/03/2020, 19:45 WIB

Virus ini ditularkan melalui tetesan atau droplet cairan, sebagian besar dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi Covid-19, kata Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO.

"Ketika kita melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti di fasilitas perawatan medis, ada kemungkinan  virus dapat bertahan di udara sedikit lebih lama."

Para pakar kesehatan telah mengetahui penyakit pernapasan dapat menyebar melalui kontak antar manusia, droplet yang terbawa melalui bersin dan batuk, serta kuman yang tertinggal pada benda mati.

Virus corona juga bisa berada di udara selama berjam-jam, tergantung pada panas dan kelembapan.

Para ilmuwan dalam studi mengatakan, stabilitas COVID-19 mirip SARS. Namun bedanya, COVID-19 dapat ditransmisikan ketika seseorang tidak memiliki gejala.

Beberapa ilmuwan mengatakan virus corona yang muncul dari kota Wuhan kurang dari tiga bulan lalu, terbukti lebih menular daripada SARS, yang menginfeksi lebih dari 8.000 orang.

Virus ini telah terbukti jauh lebih menular daripada flu musiman, yang menginfeksi hingga 49 juta orang Amerika per tahunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber CNBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.