Kompas.com - 20/03/2020, 18:33 WIB
Seorang pria dan wanita berjalan memakai masker di depan gerai ZARA di Corso Buenos Aires, sebuah jalan yang berisi banyak toko-toko ternama di Milan, Italia. Foto diambil pada 10 Maret 2020. Mourad Balti Touati/EPA-EFESeorang pria dan wanita berjalan memakai masker di depan gerai ZARA di Corso Buenos Aires, sebuah jalan yang berisi banyak toko-toko ternama di Milan, Italia. Foto diambil pada 10 Maret 2020.

KOMPAS.com – Sejumlah analisis menyebutkan pandemi Covid-19 akan reda seiring dengan datangnya musim panas. Temperatur yang hangat dianggap bisa membuat penyebaran virus corona berkurang.

Kendati demikian, sejumlah pakar meragukan teori temperatur tersebut. Hipotesa Covid-19 akan reda di cuaca hangat berasal dari pengaruh cuaca pada virus influenza dan juga fenomena SARS beberapa waktu lalu.

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekaligus akademisi dari National University of Singapore, Tikki Pangestu, mengatakan ragu jika cuaca hangat berpengaruh pada penyebaran Covid-19.

Hal ini dikarenakan terus bertambahnya angka korban yang terkena infeksi virus tersebut di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia saat ini.

"Teori temperatur benar-benar tidak bertahan mengingat apa yang terjadi sekarang di sebagian besar Asia Tenggara," kata Tikki seperti dikutip dari thestar.com.

Tikki melanjutkan teori temperatur sempat disambut optimisme tinggi negara-negara di Eropa. Namun, dengan apa yang terjadi di Asia Tenggara, teori tersebut semakin diragukan.

"Orang-orang di Eropa berharap cuaca hangat akan membunuh virus. Saya ragu ini akan menjadi kenyataan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: UPDATE: Bertambah 60, Total Ada 369 Kasus Covid-19 di Indonesia

Kepadatan populasi

Dengan semakin melonjaknya korban yang terpapar Covid-19, Tikki menjelaskan ada kemungkinan virus tersebut bermutasi. Namun, hal tersebut belum teruji.

"Ada kemungkinan virus itu bisa menjadi sesuatu yang lebih jahat, menyebar lebih cepat, atau menyebabkan penyakit lebih parah. Tetapi sejauh ini kami belum melihat terjadinya hal itu," ucap dia.

Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.