Kompas.com - 31/03/2020, 11:41 WIB
ilustrasi anak demam Shutterstockilustrasi anak demam

Meski begitu, tentu saja praktik ini tidak seefisien menggunakan termometer untuk mendapatkan prediksi suhu tubuh.

Secara umum, lebih penting untuk memantau gejala demam dan tingkat keparahannya, daripada suhu spesifik seseorang.

"Yang kami khawatirkan bukan ketinggian angkanya, tetapi kesehatan pasien," kata Cutler.

Baca juga: Mengapa Kita Merasa Sakit Setelah Membaca Informasi Gejala Corona?

Anak-anak sering mengalami demam tinggi tetapi masih bertingkah normal. Dalam hal ini, mereka kemungkinan tidak membutuhkan perhatian medis.

Namun, seseorang dengan gejala parah, seperti kebingungan yang signifikan atau kesulitan bernapas, harus mendapat medis bahkan jika mereka suhu tubuh tidak tinggi.

Secara keseluruhan, orang yang mengalami kesulitan bernapas, ruam, atau demam lebih tinggi dari 40 derajat Celcius harus menghubungi dokter. Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS mengatakan mereka yang demam dan kontak dengan seseorang dengan Covid-19 juga harus mencari perhatian medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.