Kompas.com - 07/04/2020, 07:49 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Setalah wabah virus corona merebak, kegiatan mencuci pakaian pun menjadi terasa lebih rumit dari sebelumnya.

Ketakutan pakaian yang kita kenakan saat membeli makanan ke luar rumah dihinggapi virus corona kerap menghantui.

Apalagi informasi yang beredar pun membenarkan, SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, dapat hidup hingga beberapa jam di luar tubuh manusia, -tergantung pada jenis permukaannya.

Baca juga: Melihat Bros Hijau Toska Ratu Elizabeth saat Pidato Pandemi Corona

Covid-19 tersebar melalui droplet kecil yang dikeluarkan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, setelah batuk atau bersin.

Disebutkan, sekali batuk saja dapat menghasilkan hingga 3.000 tetesan sekitar 1-5 mikrometer, atau 30 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia.

Sebuah penelitian yang dilakukan Neeltje van Doremalen -seorang ahli virologi di National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, dan koleganya di Rocky Mountain Laboratories di Hamilton, Montana, mendapat sebuah kesimpulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Virus corona dapat bertahan hidup hingga 24 jam di atas karton, dan 2-3 hari di permukaan plastik dan stainless steel.

Baca juga: Vaksin TB, Ampuh untuk Mengatasi Covid-19?

Studi ini juga menemukan, virus tersebut bisa bertahan dan tetap menular ketika mengambang di udara selama tiga jam setelah batuk.

Oleh karena itu, bahkan jika kita tidak menyentuh apa pun saat berada di luar, ada kemungkinan virus dapat berjalan melalui udara yang terkontaminasi, dan terperangkap dalam serat pakaian.

Namun, Vincent Munster, Kepala Bagian Ekologi Virus di Rocky Mountain Laboratories, menyebut, virus tersebut dapat mengering lebih cepat pada serat alami yang menyerap.

Diperkirakan, virus akan melemah lebih cepat pada pakaian daripada di permukaan yang keras.

"Kami berspekulasi, karena bahan berpori itu cepat kering, dan mungkin menempel pada serat," kata dia kepada BBC.com.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Anak-anak Tetap Sehat Selama Pandemi Virus Corona

Meski demikian, belum ada penelitian yang menentukan berapa lama virus bisa bertahan pada pakaian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan agar pakaian yang dikenakan di luar harus segera dicuci dengan air panas secukupnya, bersama dengan deterjen berkualitas baik.

Demikian pernyataan CDC yang dikutip oleh South China Morning Post.

Air panas dan sabun terbukti efektif menonaktifkan virus corona. Dan, semakin panas airnya, semakin baik.

CDC mengatakan, suhu di atas 75 derajat celcius dapat membunuh sebagian besar virus penyebab flu.

Kita bisa mencuci pakaian dengan mesin atau dengan tangan. Namun, pastikan untuk mencuci tangan setelah memegang pakaian kotor.

Baca juga: 5 Kelemahan Virus Corona yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cegah Penularan

Jika kita tidak memiliki waktu atau sumber daya untuk mencuci pakaian segera, disarankan untuk menyimpan pakaian dalam tas bersih atau tertutup, sampai hari pencucian.

Jangan lupa untuk membersihkan dan mendisinfeksi keranjang dan tas setelah dikosongkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.