Kompas.com - 08/04/2020, 08:19 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

Pada bulan lalu, layanan hotline ini telah membantu lebih dari 750 warga, kata Brivio.

Kini, ia melakukan koordinasi dengan 200 psikolog profesional yang telah menjangkau relawan. "Saya harus belajar menggunakan Zoom," ujar Brivio.

Ribuan warga Italia juga menemukan cara baru untuk saling memberi bantuan ketika negara itu memasuki minggu kelima penguncian wilayah (lockdown).

Belum lama ini, Italia terpecah belah, dengan sentimen anti-imigrasi dan politisi populis menduduki jajak pendapat.

Namun, pandemi Covid-19 telah menyatukan warga Italia.

"Selalu ada yang mencari musuh, tetapi kami melihat begitu banyak solidaritas," kata Brivio.

"Mari kita berharap agar solidaritas itu tidak berakhir," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anna Paladino (48), psikolog dan sukarelawan asal Milan mengatakan, dia bergabung dengan hotline karena sadar, sesuatu yang besar dapat terjadi pada kesehatan mental penduduk.

Rata-rata klien Paladino tinggal di zona merah, daerah wabah awal di sisi selatan Milan, yang dekat dengan rumahnya.

"Dalam beberapa keadaan darurat, seperti pesawat jatuh, kita pikir itu bisa saja terjadi pada kita --tetapi kita tidak ada di sana," kata Paladino.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.