Menjawab Pertanyaan Anak, Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir?

Kompas.com - 17/04/2020, 23:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ketakutan, rasa kehilangan, dan kecemasan bagi keluarga di seluruh dunia.

Tetapi, mungkin salah satu efek paling sulit dari pandemi ini pada kehidupan anak-anak adalah rasa ketidakpastian.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, berapa lama ini akan berlangsung atau seperti apa hidup ini ketika ini berakhir, dan sulit bagi kita untuk mentolerir tingkat ketidakpastian ini," kata Genevieve von Lob, seorang psikolog dan penulis "Happy Parent, Happy Child,".

Baca juga: 4 Cara Membantu Mengatasi Kecemasan Anak Selama Karantina

“Bagi anak-anak kita, ini bisa menjadi lebih sulit karena beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan bisa terasa seperti waktu yang sangat lama dalam kehidupan anak-anak,” lanjutnya.

Namun belajar untuk mengelola ketidakpastian, sebenarnya adalah keterampilan seumur hidup yang penting dimiliki, yang akan membantu anak-anak kita untuk membangun ketahanan.

Bukan hanya kita orang dewasa, anak-anak pun mulai bertanya-tanya, "Kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir?"

Dan sayangnya tidak ada jawaban yang jelas, yang dapat menimbulkan tantangan bagi orangtua pada akhir penerimaan pertanyaan.

Jadi bagaimana seharusnya orangtua menjawab, jika anak mengajukan pertanyaan itu?

Baca juga: Cara Beri Pengertian pada Anak, Mengapa Harus Terus Berada di Rumah

 Knippenberg, von Lob seorang terapis dan penulis "Wired and Connected: Wired and Connected: Brain-Based Solutions To Ensure Your Child’s Social and Emotional Success dan para pakar lainnya berbagi saran mereka.

1. Jawab dengan jujur

"Yang paling penting adalah jujur," kata von Lob.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi, berapa lama ini akan berlangsung atau seperti apa hidup ini ketika semua ini berakhir,” tambahnya.

Jelaskan kepada anak, bahwa meskipun kita tidak bisa memberi mereka tanggal pasti, kita selalu memeriksa berita terbaru secara teratur dan akan memberi tahu mereka segera setelah mengetahuinya.

Berikan informasi yang jelas, jujur, dengan penjelasan yang mudah diterima sesuai usia anak. Orangtua tentu tidak harus memberikan semua detail yang menyedihkan kepada anak-anak kecil.

Tetapi, penjelasan umum bahwa orang-orang sangat sakit dan dokter berusaha sangat keras untuk menyelamatkan, itu juga baik untuk disampaikan.

Selain itu ingatkan anak-anak, bahwa meskipun kita tidak memiliki semua jawaban saat ini, para ilmuwan dan pejabat pemerintah sedang bekerja sangat keras dan melakukan segala hal yang mungkin untuk mencari solusinya.

“Meski sebenarnya kita tidak tahu jawabannya, hindari mengatakan hal-hal seperti, 'segera' atau jawaban lain yang tidak jelas. Di sisi lain, ‘Saya juga tidak tahu’ tidak cukup, ”kata Rachel Busman, direktur senior Anxiety Disorders Center dan direktur Selective Mutism Service di Child Mind Institute.

“Memberitahu anak hal-hal yang diketahui orangtua dan juga menyampaikan segala informasi dengan jujur.”

Biarkan mereka tahu bahwa ada hal-hal yang tidak pasti dan pada saat yang sama, sampaikan kepada mereka langkah-langkah aktif yang telah dilakukan keluarga, pemerintah kota atau negara untuk tetap aman.

Baca juga: Mencegah Anak Kecanduan Gadget Selama Masa Karantina

2. Jadikan percakapan mengalir

Pastikan pembicaraan ini adalah bagian dari percakapan berkelanjutan tentang krisis global ini.

Jika hingga kini orangtua belum menjelaskan apa yang sedang terjadi, pastikan untuk memulai diskusi dengan bertanya kepada anak, apa yang mereka ketahui tentang situasi virus corona dan kemudian berbagi fakta dan memerbaiki informasi yang salah.

"Anak-anak tahu ada sesuatu yang terjadi, dan jika orangtua tidak mau membicarakannya, mereka akan khawatir mengapa hal itu sangat mengerikan, hingga orang dewasa enggan membahasnya," kata Robin Gurwitch, seorang psikolog dan profesor psikiatri Universitas Duke yang berspesialisasi dalam keluarga dan kesehatan mental anak.

Jika orangtua menunjukkan sikap, bahwa mereka bersedia berbicara tentang topik-topik sulit seperti pandemi, itu juga akan membuat anak-anak merasa nyaman datang pada orangtua mereka, ketika mereka sedang berurusan dengan bullying, stres, masalah persahabatan, tekanan teman sebaya, dan berbagai masalah lainnya.

3. Validasi perasaan anak

Cara lain untuk meletakkan dasar bagi komunikasi terbuka adalah dengan memberi tahu anak-anak, bahwa kita orangtua, memahami apa yang mereka rasakan dan sah-sah saja untuk membicarakannya.

"Pimpin dengan validasi, yang berarti kita menyampaikan kepada anak, bahwa kita merasakan hal yang sama," kata Busman. “

Mengatakan hal-hal seperti, 'Saya tahu ini sangat sulit' dan 'Sangat sulit untuk sabar dan fleksibel' bisa menjadi cara yang baik untuk memulai."

Dorong mereka untuk membagikan emosi mereka dengan bertanya apa yang mereka pikirkan tentang situasi saat ini dan bagaimana perasaan mereka.

Beri tahu mereka, bahwa kita tahu perasaan mereka dan kadang-kadang kita juga merasa takut atau sedih, lalu berbagilah dengan anak bagaimana menghadapi emosi itu.

"Jika anak mengajukan banyak pertanyaan, seperti kapan sekolah akan mulai lagi atau kapan mereka dapat mengunjungi kakek-nenek, mungkin itu karena mereka memiliki beberapa kecemasan dan ketakutan yang mendasarinya," catat von Lob.

"Terpenting adalah untuk memvalidasi semua perasaan mereka dan mengakui bahwa orangtua menyadari betapa sulitnya bagi mereka menghadapi perubahan kondisi saat ini.”

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi Corona dengan Bersimpati

Halaman:


Sumber Huffpost
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X