Kompas.com - 25/04/2020, 16:43 WIB

KOMPAS.com— NAH Project x Kevinswork DKITY merilis sneaker kolaborasi terbarunya belum lama ini. Koleksi tesebut diberi tajuk “Don’t Keep It To Yourself”.

Yang menarik, tak seperti design-nya yang terlihat fun dengan warna-warna pastel ceria, kolaborasi ini dibuat untuk menyuarakan kesadaran akan kesehatan mental.

Kisah ini diungkap dalam akun Instagram @nah.project -sebuah merek lokal yang namanya melambung setelah Presiden Joko Widodo beberapa kali memakai produk mereka.

Baca juga: NAH Project Bikin Sneakers Transparan, Tertarik Beli?

"Kami ingin menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan mental layaknya kesehatan fisik. If you feel sick, you need to get help,” tulis akun @nah.project.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NAH Project (@nah.project) on Apr 19, 2020 at 11:58pm PDT

Melalui sneakers ini, Nah Project dan sang perancang, Kevin Lagona, ingin memberikan semangat agar mereka yang memiliki masalah mental tetap bisa bersemangat melewati pandemi corona ini.

“Kami ingin memberi semangat dan keberanian kepada mereka yang merasakan sesuatu dalam dirinya seperti takut, cemas berlebih, stres dalam kondisi saat ini, it is okay to feel that way.”

“Apa pun yang dirasakan, kalian tidak harus menyimpannya sendiri."

Baca juga: Sepatu NAH Jokowi Keluar Versi Serba Putih...

"Saat kamu merasakan ketidaknyamanan itu, seek for help dan berceritalah ke orang yang kamu percaya. Don’t keep it to yourself,” imbuh mereka.

Bagi sang designer, Kevin, ia merancang sneakers ini menggunakan dua perspektif.

Sudut pandang pertama adalah perspektif seorang seniman yang idealis.

“Saya gunakan dalam pemilihan warna dan ilustrasi. Banyak komentar tentang warna yang terlalu feminin, tapi saya tidak peduli."

"Kalo kamu suka beli, kalo ngga cek toko sebelah (idealis),” tulis Kevin dalam akun @kevinswork.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kevin Lagona (@kevinswork) on Apr 23, 2020 at 5:56am PDT

Yang kedua, adalah bagaimana ia menyisipkan pesan dalam rancangannya.

"Selanjutnya, perspektif seorang 'desainer' dalam menyisipkan pesan, agar mudah dimengerti konsumen (penggunaan simbol-simbol, wording dan alur membaca pesan),” tulis Kevin lagi.

Kevin dan Nah Project hanya merilis sepatu ini dalam jumlah terbatas, cuma 357 pasang. Dan langsung ludes diserap pasar.

Baca juga: Kisah di Balik Jaket Graffiti yang Dipakai Jokowi ke Kalimantan

“Karena cuma itu yang lolos QC. Reject rate bikin sneaker ini cukup tinggi dan pabrik kehabisan bahan."

"Supplier bahan pun slowrespons karena situasi covid-19 ini. Jadi kita putuskan rilis hanya segitu,” tulis Kevin.

Awalnya Kevin mengaku sempat pesimistis, sepatu idealis rancangannya ini akan cepat habis lantaran kondisi pandemi virus corona yang melanda.

“Orang pasti lebih ngutamain kebutuhan primer mereka dulu. Jadi, yang belom kebagian mungkin lain waktu ya? "

"Dan, yang berhasil cop tolong 'pesan' dalam sneaker ini diteruskan kepada orang terdekat,” ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.