Kompas.com - 29/04/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi sakit kepala shutterstockIlustrasi sakit kepala

National Headache Foundation (NHF) juga menyoroti hubungan antara alergi dan sakit kepala.

NHF menyebut, di saat banyak orang dengan penyakit migrain dapat mengaitkannya pada reaksi terhadap makanan tertentu, tidak demikian dengan alergi.

NHF menambahkan, masalah pernapasan atau alergi musiman dapat berkontribusi atau menyebabkan sakit kepala sinus, dan migrain dalam beberapa kasus.

Pasien yang mengalami masalah tersebut harus dievaluasi oleh tenaga medis agar mendapat diagnosis yang tepat.

Terlepas dari kontroversi itu, dan apakah kita menderita sakit kepala alergi atau sakit kepala yang dipicu oleh alergi, rasa sakit itu sangat nyata.

Baca juga: Sakit Kepala atau Doyan Tidur? Hati-hati, Mungkin Kamu Sedang Depresi

"Umumnya, apa yang orang gambarkan adalah rasa tekanan di wajah," kata Dr. Purcell.

Rasa sakit itu biasanya disebabkan oleh peradangan pada sinus, atau ruang udara berlubang di belakang mata, tulang pipi, dahi, dan hidung.

Namun Dr. Purcell mencatat, nyeri sinus bisa juga disebabkan oleh infeksi sinus.

Perawatan untuk sakit kepala yang mungkin disebabkan oleh alergi sangat sederhana. Kita cukup mengobati alergi untuk menghilangkan sakit kepala.

Alergi dapat diobati dengan obat yang dijual bebas atau obat resep, serta suntikan alergi.

Halaman:


Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X