Kompas.com - 22/05/2020, 12:10 WIB
Ilustrasi tuaindeedIlustrasi

KOMPAS.com— Pada Lebaran tahun ini, Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik. Beberapa persyaratan pun harus dipenuhi bila seseorang ingin meninggalkan sebuah kota.

Tidak terjadinya tradisi mudik di tahun ini, tentu membuat kita merasa ada sesuatu yang kurang. Terlebih, tradisi mudik ini sudah dijalani turun-temurun.

Lalu, akankah hal ini memengaruhi kesehatan jiwa?

Baca juga: Jangan Nekat Mudik Jelang Ramadhan, Ini Bahayanya

Dokter kejiwaan, dr. Andri SpKJ, FAPM, melalui bincang-bincang bersama "Gue Sehat" di akun Insagram-nya secara khusus menjelaskan tentang persoalan ini.

Hal yang ditakutkan, bersamaan dengan mudik, seseorang yang terinfeksi akan membawa dan menyebar virus ke kampung halamannya.

"Apalagi kalau orangtua kita berumur tua, itu lebih rentan,” kata Andri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andri memahami, perbedaan tidak adanya tradisi mudik, mungkin akan dirasa berat oleh banyak orang.

Nah itu sebagian orang mungkin tidak bisa diterima, makannya saya bilang di awal untuk menerima dulu keadaan di awal,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk menjalani larangan mudik dengan ikhlas agar tak memengaruhi kesehatan jiwa.

Baca juga: Sejiwa, Layanan Konseling Kesehatan Jiwa Gratis di Tengah Pandemi

"Asalkan kita ikhlas, kita menjalaninya dengan baik, enggak akan ada pengaruhnya.,” kata dia.

“Tapi kalau kita merasa bahwa kita ini melakukannya tidak ikhlas, kita tidak pengin, kita menahan ya, malah jadinya kita jadi akan kurang baik, tidak sehat untuk kitanya,” imbuhnya.

Supaya bisa ikhlas, Andri mengatakan, ikhlas juga harus diterapkan saat kita akan memberi kepada orang lain.

Dengan kita tidak pulang kampung di masa Lebaran tahun ini, Andri berharap masyarakat bisa merasakan ikhlas seperti saat memberi sesuatu untuk orang lain.

"Saat ini sedang tidak bisa pulang kampung, kita berharap kita, dalam kondisi ini, memberikan hal yang sangat penting bagi kita."

"Misalnya, tidak ketemu orangtua, saudara, ikhlas saya tidak mendapatkan itu, demi kesehatan dan segera melewati pandemi ini,” ujar dia.

“Dengan begitu kita akan berasa lebih baik. Ini tidak hanya untuk orang lain, tapi untuk diri kita,” lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.