Kompas.com - 10/06/2020, 09:37 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Banyak orang dengan sengaja memilih untuk hidup dengan barang-barang yang diperlukan saja, dalam jumlah sedikit. Cara ini disebut dengan gaya hidup minimalis.

Konsep ini berangkat dari pemikiran bahwa seberapa banyak pun barang yang dibeli atau dimiliki, tak akan ada rasa cukup.

Sebaliknya, ketika mulai menjalani gaya hidup minimalis maka hidup akan terasa lebih bermakna dan tidak terlalu banyak hal tak penting memenuhi pikiran.

Manfaat menjalani gaya hidup minimalis

Setiap orang pada dasarnya bersifat materialistis, punya kecenderungan suka membeli dan memiliki barang tertentu. Ini tidak buruk, bergantung pada motif apa di balik keinginannya.

Namun orang juga bisa hidup bahagia dengan sedikit saja barang. Bahkan ada beberapa manfaat tambahan yang bisa didapatkan seperti:

Menghemat energi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika seseorang tinggal dengan begitu banyak barang, artinya energi yang dialokasikan untuk merawatnya pun tidak sedikit.

Bandingkan saja seorang minimalis yang hanya memiliki total 33 benda di lemari, pasti hidupnya terasa lebih lowong ketimbang yang memiliki ratusan barang.

Perlu ada energi khusus untuk menyimpan, menata, merawat, bahkan ketika mendelegasikan tugas itu pada orang lain seperti ART atau jasa laundry, tetap saja ada sumber daya yang harus dikeluarkan berupa uang.

Pikiran lebih fokus

Memiliki terlalu banyak barang di sekitar juga membuat pikiran semakin sibuk. Pada akhirnya, hal ini mengakibatkan seseorang mudah terdistraksi dan sulit fokus.

Ibaratnya, pikirannya sulit merasa damai. Rasa damai ini tak hanya bisa dicapai dengan meditasi saja, tapi juga dengan menerapkan gaya hidup minimalis.

Baca juga: Awas, Banyak Barang di Rumah Bisa Bikin Stres

Mencegah depresi

Meski tak terlihat secara langsung korelasinya, rupanya gaya hidup minimalis bisa mencegah seseorang mengalami depresi.

Memiliki terlalu banyak materi hanya akan membuat seseorang kewalahan atau overwhelmed. Ketika seseorang tidak lagi memiliki terlalu banyak barang, pikirannya akan terasa lebih tenang. Rasa ini begitu magis.

Mengurangi rasa bersalah

Kondisi rumah atau kamar yang berantakan karena terlalu banyak barang akan membuat seseorang merasa bersalah.

Rasa ini muncul karena seharusnya yang dilakukan adalah merapikan atau membereskannya, bukan hanya mendiamkannya begitu saja.

Perlu diingat, rasa bersalah adalah bentuk emosi negatif. Bahkan, rasa bersalah ini dengan mudah bisa memicu cemas berlebih hingga depresi jika dibiarkan dalam jangka panjang.

Alokasi waktu lebih banyak

Bandingkan berapa waktu yang diperlukan untuk mengurus 4 mobil ketimbang hanya 1 mobil. Belum lagi seluruh biaya yang diperlukan untuk mengurus asuransi atau servisnya.

Ketika seseorang menjalani gaya hidup minimalis dengan hanya memiliki 1 buah mobil, maka waktu lainnya bisa dialokasikan untuk lebih menikmati hidup.

Baca juga: Bagaimana Menyimpan Barang agar Rumah Lebih Tertata?

Mudah mengambil keputusan

Orang yang lemarinya begitu penuh dengan pilihan pakaian akan memerlukan waktu lebih lama menentukan apa yang akan dipakai.

Jauh berbeda ketimbang orang dengan gaya hidup minimalis yang bisa memilih pakaian dengan cepat karena padu padannya lebih ringkas.

Tak hanya soal memilih pakaian saja, hal ini bisa berimbas pada banyak hal lain saat akan mengambil keputusan. Pada akhirnya, gaya hidup minimalis akan meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi rasa cemas berlebih.

Tak lelah membandingkan dengan orang lain

Menjalani gaya hidup minimalis juga akan membuat seseorang berhenti membandingkan apa yang dimilikinya dengan orang lain.

Terlebih dengan seluruh tekanan yang muncul dalam interaksi sosial di media sosial. Pada akhirnya, orang yang menjalani gaya hidup minimalis akan punya kemerdekaan dari rasa tidak memiliki barang karena sudah merasa damai dengan yang dimilikinya.

Tidak mengkhawatirkan hal sepele

Ketika menjalani gaya hidup minimalis, orang tak akan lagi mengkhawatirkan hal-hal tak penting di sekitarnya.

Ini adalah kemerdekaan yang sangat baik untuk kesehatan mental. Orang akan terlatih untuk fokus pada hal yang benar-benar perlu dipikirkan, tanpa mengurusi hal lain yang tak penting.

Baca juga: Ingin Lebih Bahagia? Belilah Pengalaman Bukan Barang

Sehat secara finansial

Secara finansial, gaya hidup minimalis juga membuat seseorang bisa lebih hemat dan sehat. Tak ada lagi tuntutan untuk berburu barang terbaru dan merogoh kocek demi mendapatkannya, siklus yang terus berulang.

Justru, aspek finansial bisa dialokasikan ke hal lebih baik seperti investasi atau dana darurat.

Jika ingin memulai gaya hidup minimalis, bisa dilakukan dengan melihat apa saja barang yang tak lagi dipakai dan dirasa tidak penting.

Sortir dan buang barang yang tak lagi dipakai agar pikiran terasa lebih tenang dan damai. Pada akhirnya, menjalani gaya hidup minimalis akan berdampak sangat baik bagi kesehatan mental hingga kehidupan sosial seseorang.

Baca juga: Agar Lebih Tega Membuang Barang Tak Terpakai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.