Orangtua Bercerai, Perlukah Anak Tahu Alasannya?

Kompas.com - 10/06/2020, 18:15 WIB
Ilustrasi anak sedih karena orangtua bertengkar Mukhina1Ilustrasi anak sedih karena orangtua bertengkar

 

KOMPAS.com - Perceraian tentu saja bukanlah hal yang diinginkan setiap pasangan. Namun, perceraian bisa jadi merupakan jalan terbaik bagi pasangan yang menghadapi masalah berat di dalam rumah tangga.

Anak seringkali menjadi korban perceraian orangtuanya. Ketika perceraian terjadi, perlukah anak mengetahui alasan perpisahan orangtuanya?

Jawabannya adalah, tidak harus semua. Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menjelaskan, kuncinya adalah tegas dan bijaksana.

Baca juga: Agar Tetap Kompak Sebagai Orangtua Setelah Bercerai

Sebab, ketika satu orangtua jujur mengenai perceraian, mereka bisa secara sengaja maupun tidak membuka semua aib pasangannya.

"Dan kita kan enggak mau mengajarkan anak jadi benci sama salah satu orangtuanya. Itu bagian dari hidup anak juga, lho," katanya dalam Live Instagram bersama @singlemomsindonesia, Selasa (9/6/2020).

Jika kamu menghadapi perceraian dengan pasangan kemudian anak menanyakannya, cukup sampaikan mengenai keadaan ayah atau ibunya saat ini.

Jelaskan secara sederhana, bahwa kalian sudah berpisah rumah. Kamu juga bisa memberitahu anak alamat baru ayah atau ibunya tersebut.

"Kalau dia ada keinginan bertemu, kangen, kita balikin lagi. "Ibu tahu kamu kangen ketemu ayah, sini ibu pangku, ibu peluk." Kasih kehangatan. Pahami ini tidak mudah juga buat dia," ungkapnya.

Bagi anak, perceraian orangtua bukanlah hal mudah. Karena itu, rangkul lah anak untuk saling menguatkan.

Baca juga: Bagaimana Sebaiknya Menjelaskan Perceraian Pada Anak?

Bagi orangtua yang mendapatkan hak asuh, penting pula untuk memberi anak penjelasan sesuai dengan tingkat usia mereka. Jangan berbohong atau memberikan penjelasan palsu pada anak perihal perceraian.

Apalagi jika kebohongan tersebut ditutupi hingga anak besar.

Sebab, kondisi tersebut bisa merusak kepercayaan anak pada orangtuanya.

Terakhir, usahakan masalah yang terjadi sudah diselesaikan sebelum perceraian resmi terjadi. Menurut Samanta, hal itu penting untuk mencegah adanya hal yang tidak seharusnya diungkapkan dan melukai hati anak.

"Dia nanti akan merasa terancam hidup sama ayah atau ibunya. Maka, jadilah orangtua yang lebih bijaksana walaupun kondisinya tidak sempurna," kata Samanta.

Baca juga: Pastikan 7 Hal Ini Sebelum Memutuskan Bercerai...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X