Tengok, Bagaimana Jepang Melindungi Para Pengendara Sepeda

Kompas.com - 11/06/2020, 08:59 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Hal ini dilakukan akibat makin banyaknya warga Jepang yang beralih ke sepeda, untuk menghidari angkutan umum di tengah pandemi Covid-19.

Dalam revisi undang-undang itu diatur tentang bagaimana larangan membunyikan bel yang bisa mengganggu pengendara sepeda lain, pengereman yang tidak perlu, dan aturan soal menghalangi jalur.

Baca juga: 3 Jenis Makanan untuk Meningkatkan Energi Saat Bersepeda

Peraturan baru ini akan mulai berlaku pada 30 Juni 2020, bersama dengan peraturan tentang pencegahan gaya mengemudi mobil yang berbahaya. 

Dalam aturan ini disebutkan, pesepeda berusia 14 tahun ke atas akan diwajibkan untuk mengambil kursus keselamatan lalu lintas, jika tepergok melanggar peraturan dua kali dalam tiga tahun.

Lalu, ada ketentuan denda hingga 50.000 yen atau sekitar Rp 6,5 juta jika mereka gagal mengikuti kursus wajib tersebut.

Peraturan ini dipandang perlu, karena tahun lalu saja -ketika pandemi belum merebak, tercatat ada 26.687 insiden yang disebabkan kelalaian bersepeda

Baca juga: Haruskah Memakai Masker Saat Bersepeda?

Dari jumlah itu, hanya 328 pelanggar yang diwajibkan mengambil kursus keselamatan, berdasarkan data Badan Kepolisian Nasional Jepang.

Lalu, ada 80.473 kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda di seluruh Jepang pada 2019, dan menewaskan 433 orang.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X