Kompas.com - 17/06/2020, 19:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pertanyaan yang kerap diajukan para orangtua baru adalah, berapa berat ideal bayi dan bagaimana penambahan berat badannya setiap bulan.

Terlebih secara tradisional, masyarakat kerap menganggap bahwa bayi yang besar dan gemuk adalah bayi yang sehat.

Berlawanan dengan kepercayaan umum, ukuran rupanya tidak menentukan kesehatan bayi, kata Dr Suzanna Sulaiman, kepala dan konsultan senior di Departemen Obstetri dan Ginekologi di KK Women's and Children's Hospital (KKH).

Baca juga: Kondisi Kesehatan Bayi Bisa Dicek Lewat Warna Feses

Faktanya, bayi baru lahir dengan berat lebih dari 3,8 kg menghadapi lebih banyak komplikasi daripada bayi berukuran normal, kata asisten profesor Victor Samuel Rajadurai, konsultan senior di Departemen Neonatologi KKH.

Ini termasuk cedera lahir, gula darah rendah, kadar kalsium rendah, dan penyakit kuning.

Kebanyakan bayi besar dilahirkan oleh ibu dengan diabetes yang mendasarinya atau mereka yang menderita diabetes pada kehamilan, yang dikenal sebagai diabetes melitus gestasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara umum, bayi tersebut memiliki tingkat cacat lahir tiga kali lipat lebih tinggi yang melibatkan otak, paru-paru, jantung, saluran pencernaan dan tulang belakang. Beberapa bisa menderita penyakit kritis.

Berat lahir lebih dari 4 kg membuat bayi berisiko tinggi terkena obesitas dan diabetes sebagai anak dan juga saat dewasa.

Baca juga: Seorang Bayi di AS Lahir dengan Kondisi Mulut yang Langka

Untuk itu ibu hamil harus memantau glukosa darah mereka di paruh kedua kehamilan mereka untuk mendeteksi adanya diabetes.

Bahkan, jika ada deteksi dini diabetes mellitus gestasional, penting untuk memantau kadar gula dan juga memiliki diet diabetes seimbang sepanjang seluruh kehamilan.

Kontrol yang baik terhadap diabetes mellitus gestasional sangat penting dalam mendapatkan hasil kehamilan yang baik.

Setelah melahirkan, penting juga untuk melakukan tes toleransi glukosa oral untuk memastikan bahwa kondisi ibu telah pulih.

“Jika kondisinya terkendali dengan baik, sebagian besar efek samping dapat dicegah,” ujar Prof Rajadurai.

Baca juga: Penyebab Berat Badan Bayi Tak Bertambah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X