Olahraga Lari Bisa Turunkan Risiko Kanker dan Kematian Dini

Kompas.com - 10/07/2020, 12:11 WIB
Ilustrasi olahraga lari UberImagesIlustrasi olahraga lari

KOMPAS.com — Berlari sering dikaitkan dengan peningkatan fungsi jantung dan melancarkan metabolisme. Namun, beberapa studi sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai manfaatnya untuk menangkal kanker dan penyakit kardiovaskular.

Hal itu menjadi alasan bagi tim peneliti untuk melakukan studi meta-analisis terhadap 14 penelitian dengan melibatkan 232.149 orang untuk melihat apakah olahraga lari memang berpengaruh pada pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular.

Diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, disimpulkan bahwa dibandingkan dengan non-pelari, mereka yang berlari sekali seminggu memiliki risiko 27 persen lebih rendah dari semua penyebab kematian.

Selain itu, pelari yang rutin latihan seminggu sekali juga 30 persen lebih rendah risikonya menderita penyakit kardiovaskular dan kematian yang terkait, serta 23 persen lebih rendah terkait risiko kematian akibat kanker.

Baca juga: Tips Lari Agar Efektif Turunkan Berat Badan, Mau Coba?

Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan berlari hanya 50 menit per minggu, baik total waktu dalam satu hari maupun dibagi menjadi segmen yang lebih pendek sepanjang minggu.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa kecepatan dalam berlari dan durasi lebih lama tidak akan menimbulkan hasil berbeda terkait menurunkan risiko kematian dan penyakit kanker.

“Hal yang dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa berlari dapat membantumu hidup lebih lama, terlepas dari frekuensi, durasi, dan kecepatan mingguannya,” kata rekan penulis studi Zeljko Pedisic, PhD, associate professor di Institute for Health and Sport di Victoria University, Australia.

Pedisic juga mengungkapkan ada kemungkinan alasan mengapa studi sebelumnya tidak konsisten karena metodologi penelitiannya. Misalnya, cara peserta penelitian itu dipilih, bagaimana partisipasi lari dinilai, bagaimana dosis berlari dikategorikan, dan durasi yang ditindaklanjuti atau semakin bertambah secara berkala.

“Dalam analisis saat ini, studi yang dipilih tidak memiliki faktor-faktor ini,” kata Pedisic.

Baca juga: Studi: Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Ada banyak studi sebelumnya yang menyebut berlari meningkatkan fungsi jantung secara keseluruhan, menurunkan lemak tubuh, dan meningkatkan kebugaran metabolik dan aerobik.

Efek yang terjadi rupanya sangat penting bagi tubuh sebagai pencegahan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga diabetes tipe 2.

Bagian terbaiknya adalah tidak perlu terlalu ngoyo, bahkan cukup satu jam seminggu, untuk melihat efek pencegahan yang signifikan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X