Masker "Scuba" Hanya Beri Keamanan Semu

Kompas.com - 18/09/2020, 10:11 WIB
Masker Scuba SHUTTERSTOCKMasker Scuba

KOMPAS.com— Memakai masker memang hal yang wajib dilakukan selama pandemi ini, tetapi tidak semua masker kain bisa memberi perlindungan dari paparan patogen, terlebih yang bahannya tipis seperti "scuba" dan "buff".

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kedua jenis masker itu kurang efektif menangkal virus corona.

" Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis, sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar," ujar Wiku, seperti diberitakan Kompas.com.

Wiku menyebutkan, masker scuba biasanya mudah ditarik ke leher sehingga penggunaannya menjadi tak efektif sebagai pencegahan.

PT Kereta Commuter Indonesia juga telah melarang penggunaan masker scuba dan buff bagi penumpang yang akan menaiki kereta commuter.

Kendati begitu, masih banyak masyarakat yang tetap memilih masker scuba karena dinilai elastis dan tidak membuat napas menjadi sesak.

Baca juga: PT KCI Nilai Masker Scuba Tak Efektif, Ini Penjelasan Pakar

Praktisi klinis dan relawan Covid-19, dr.Muhamad Fajri Adda'i, menjelaskan, masker scuba dan buff hanya memberi keamanan semu bagi pemakainya.

“Kita merasa nyaman, ternyata masker ini malah tidak menyaring droplet. Bisa saja outbreak di kantor atau di berbagai tempat terjadi karena pemakaian masker yang tidak benar,” ujar Fajri dalam Elshinta News and Talk bertema “Tidak Semua Masker Kain Aman?”, Kamis (17/9/2020).

Fajri menyarankan agar masyarakat tak lagi menggunakan masker jenis ini untuk beraktifitas dan bertemu banyak orang.

“Kalaupun dipakai bisa dilapisi dengan masker yang lain, misalkan katun, itu lebih bagus lagi, jadi lebih tebal,” kata Fajri.

Ia menambahkan, selama ini pemerintah menyarankan untuk memilih masker berbahan katun dengan kerapatan 180 benang per inci.

Baca juga: Tak Semua Masker Dibuat Sama, Ini 7 Hal yang Perlu Diperhatikan

Kain sutera alam juga bisa digunakan karena kemampuan elektrostatik yang bertekstur halus mampu menahan droplet. Kain berbahan chiffon pun jika dipakai dua lapis, menurutnya, cukup rapat.

“Tapi kalau memakainya mring-miring, sama saja. Jadi memakainya harus benar,” ungkapnya.

Agar efektif, masker kain harus menutupi hidung dan mulut.

Fajri mengatakan, saat ini memang belum ada standarisasi masker kain yang efektif untuk mencegah penularan virus corona. Di marketplace juga banyak orang dengan bebas menjual masker kain.

“Seharusnya ada sosialisasi yang paten dari badan yang punya legitimasi kuat, keluarkan contohnya yang baik gimana, sebainya ada SNI-nya,” imbuhnya,

Secara terpisah Wikumengatakan, masker yang baik digunakan saat ini adalah masker kain tiga lapis. Sementara untuk masyarakat yang sedang sakit atau merasakan gejala Covid-19 bisa menggunakan masker bedah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X