Kompas.com - 22/09/2020, 09:40 WIB
Ilustrasi tersedak, anak tersedak ShutterstockIlustrasi tersedak, anak tersedak

KOMPAS.com - Menjaga keamanan anak adalah prioritas bagi orangtua, termasuk dari dalam rutinitas makan.

Makan menjadi satu aktivitas yang juga dimanfaatkan anak untuk bereksplorasi.

Sayangnya, anak usia di bawah dua tahun mungkin belum memahami betul mana makanan yang boleh, dan tidak boleh dimakan.

Pada akhirnya, tak jarang anak tersedak makanan dan membawa mereka pada kondisi yang berbahaya.

Baca juga: Jangan Ditepuk-tepuk, Ini Cara Tepat Tangani Anak Saat Tersedak

Permen adalah makanan yang paling sering membuat anak tersedak, diikuti dengan potongan tulang dan daging besar.

Makanan tinggi risiko lainnya adalah hot dog, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

"Orangtua harus tahu bahwa jika anak tersedak tiga makanan tersebut, anak bisa sampai dibawa ke rumah sakit," kata dokter anak Richard So, M.D.

Hot dog dapat dikecilkan ukurannya dan menghalangi jalan napas ketika membuat anak tersedak.

Kacang-kacangan dan biji-bijian sering kali tertelan dalam jumlah besar dapat tersangkut di jalan napas anak.

Beberapa makanan yang perlu dihindari dan berisiko tinggi menyebabkan anak tersedak, antara lain:

Baca juga: Adakah Makanan Peninggi Badan Anak?

- Anggur

- Popcorn

- Keripik

- Wortel batangan

- Tomat ceri

- Potongan sayuran mentah

- Potongan keju

- Permen lengket

- Selai kacang, dan

- Mengunyah permen karet

Mencegah tersedak

1. Pertimbangkan tahap perkembangan

Anak-anak dari berbagai usia memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal makan.

Misalnya, anak di bawah dua tahun tidak memiliki gigi geraham, sehingga mereka tidak dapat menggiling atau menghancurkan makanan.

"Begitu anak mencapai usia dua tahun, mereka mungkin sudah memiliki semua gigi, tetapi mungkin masih kesulitan menelan makanan yang berbeda."

Baca juga: Gigi Anak Tak Kunjung Tumbuh, Haruskah Khawatir?

"Bentuk, ukuran, dan tekstur yang berbeda dapat meningkatkan risiko tersedak dan ini perlu menjadi perhatian hingga usia lima tahun," kata Dr. So.

2. Potong kecil-kecil

Mengatur ukuran makanan sangatlah penting. Potong makanan anak menjadi beberapa bagian kecil agar tidak tersangkut di tenggorokan anak.

Selain itu, berikan kepada mereka hanya beberapa potong saja.

"Ukuran terbaik adalah sekitar seperempat diameter hot dog atau wortel besar," kata Dr. So.

Selain itu, usahakan juga memotong makanan menjadi bentuk segitiga agar udara bisa lewat kalau makanan itu tersangkut di tenggorokan anak.

Untuk anggur, cobalah potong menjadi bentuk cakram (disk).

3. Buat mereka fokus

Ajari anak untuk menelan makanannya sebelum mereka mulai berbicara atau tertawa, untuk mengurangi kemungkinan tersedak.

Anak-anak di segala usia, terutama anak kecil, harus duduk saat mereka makan, bahkan saat mereka makan permen.

Penting untuk mengawasi dan memastikan mereka juga tidak makan saat berbaring, atau berlarian dan main dengan makanan di dalam mulut.

"Ketika anak-anak duduk dan fokus pada apa yang mereka lakukan, risiko tersedak akan turun secara signifikan," kata dia.

Mengambil tindakan pencegahan akan sangat membantu dalam mencegah anak tersedak.

Namun, jika kecelakaan masih terjadi, bersiaplah untuk bertindak cepat dalam keadaan darurat dengan mempelajari resusitasi kardiopulmoner (CPR) atau gesit membawanya ke rumah sakit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X