Kompas.com - 12/10/2020, 19:51 WIB
Petani memetik kapas. ShutterstockPetani memetik kapas.

Menurut laporan BBC pada 2014, lebih dari 400.000 anak bekerja di pertanian kapas India.

Baca juga: Tips Menerapkan Fesyen Berkelanjutan

Sementara itu, pada tahun 2016, sebuah laporan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menemukan adanya pekerja anak dalam produksi kapas di 18 negara, termasuk China, Uzbekistan, dan Brasil.

Meskipun banyak merek atau pengecer yang menyatakan bahwa mereka tidak dengan sengaja membeli kapas yang dipanen menggunakan pekerja anak, hal ini sangat sulit dilacak.

Namun, ada cara untuk memastikan kapas kita diproduksi secara etis yaitu dengan membeli kapas yang bersertifikat.

Meski sebagian besar tanaman masih dapat dipetik dengan tangan, tetapi para pekerja diperlakukan dengan adil dan tidak menggunakan pekerja anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tinkerlust Dukung Konsumsi Mode yang Ramah Lingkungan

Dampak buruk bagi lingkungan

Industri kapas memang pernah menjadi kebanggaan Kerajaan Inggris, tapi industri ini memiliki sisi yang buruk.

Selain melakukan eksploitasi terhadap anak-anak, penanaman kapas yang berlebihan dapat menguras, merusak tanah, dan menggunakan air dalam jumlah yang besar.

WWF melaporkan, dibutuhkan 20.000 liter air untuk menghasilkan 1 kilogram kapas.

Menggunakan air sebanyak ini sangat boros, terutama jika kita menganggap bahwa sebagian besar tanaman ditanam di negara-negara yang menghadapi kelangkaan air.

Di India, tekanan air dinilai tinggi yang berarti negara ini kehabisan air tanah dan air permukaan sehingga lebih dari 160 juta orang tidak dapat mengakses air bersih.

Halaman:
Baca tentang


Sumber livekindly
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.