Kompas.com - 22/11/2020, 18:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Perkembangan digital membuat semakin banyak buku yang yang dibuat dalam versi digital atau biasa disebut e-book. Selain gampang dibawa, buku digital ini juga membuat kita bisa menghemat tempat penyimpanan.

Hal ini terkadang membuat orangtua bingung dalam memilihkan bacaan untuk anaknya, apakah bertahan pada buku cetak atau e-book yang lebih modern.

Menurut Scholastic, penerbit buku asal Amerika, sebanyak 68 persen orangtua lebih senang anak-anaknya yang berusia 6-8 tahun membaca buku cetak daripada e-book.

Buku cetak memang alat membaca yang bagus untuk anak-anak. Tapi di sisi lain e-book juga memiliki kelebihan.

Baca juga: 5 Cara Membuat Anak Senang Membaca Buku

Berikut beberapa manfaat membaca buku versi cetak :

1. Memberi pengalaman

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Buku cetak memberi anak pengalaman membaca sesungguhnya lewat sentuhan yang dilakukan ketika membalik halaman.

Anak juga bisa berbagi pengalaman dengan teman-temannya saat membaca buku bersama. Kedua pengalaman ini tidak didapatkan dari membaca e-book.

Baca juga: Mengapa Anak Indonesia Tertinggal dalam Kemampuan Membaca

2. Mendongeng

Para ahli setuju membacakan dongeng sebelum anak tidur dapat menumbuhkan minat membaca mereka. Ketika orangtua membacakan dongeng di buku, itu bisa meningkatkan nilai buku bagi anak-anak.  Selain itu, mendongeng dapat semakin merekatkan hubungan orangtua dengan anak.

3. Meningkatkan konsentrasi dan fokus

Buku cetak dapat membantu anak kecil untuk lebih berkonsentrasi membaca.  Sebab anak akan memerhatikan halaman yang berisi kata-kata dan gambar. dengan seksama.

Beda halnya saat membaca e-book. Pilihan anak mungkin saja teralihkan saat ada notifikasi atau iklan di gadget.

Baca juga: Jajak Pendapat Kominfo Tunjukkan Buku Fisik Lebih Diminati Ketimbang E-Book, Kenapa?

Kendati demikian, bukan berarti membaca e-book adalah hal yang buruk. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan.

1. Lebih interaktif

Menurut temuan studi yang dilakukan Scholastic, layar sentuh dan add-on dari e-book dapat membantu anak dalam membaca secara komprehensif.

Anak dapat memperbesar kata-kata asing atau rumit yang mereka temukan saat membaca e-book di gadget.

Mereka juga bisa langsung mengeklik tautan untuk menemukan sumber bacaan lain. Atau mencari tahu tentang kata asing tersebut.

Beberapa e-book juga menyediakan aimasi dan audio yang membantu anak lebih mudah memahami kata-kata.

Baca juga: Gramedia Buka Akses Gratis Baca E-book, Begini Caranya

2. Lebih bermanfaat

Seperti yang dikatakan sebelumnya, anak dapat menyoroti dan langsung mencari tahu arti kata asing dengan lebih cepat saat membaca e-book.

Melalui fungsi teknologi yang tinggi, lewat e-book anak dapat mendefinisikan kata-kata asing hanya dengan menekan layar.

Saat kosakata anak meningkat, hal itu mendorong mereka untuk belajar dan membaca lebih banyak materi.

3. Berikan gaya belajar unik

Membaca e-book dari gadget memungkinkan anak membaca hal yang disukai dan sesuai dengan keterampilan membacanya.

Mereka juga tidak perlu merasa malu untuk mengungkapkannya kepada teman. Hal ini membantu mereka agar tidak terlalu malu saat menemukan bahan tertentu yang sulit untuk dibaca.

Cara ini membuat anak dapat menemukan kecepatannya sendiri dalam meningkatkan keterampilan komprehensif. Akhirnya, ini juga akan membantu anak membaca secara mandiri.

Baca juga: Orangtua, Membacakan Dongeng pada Anak Ada Tipsnya Lho...

Pilihan

Buku cetak atau e-book keduanya dapat bermanfaat bagi anak. Tetapi apabila anak belum suka membaca, mulailah dengan memberikan buku cetak.

Dari segi manfaat, baik buku cetakan maupun e-book, memberikan dampak positif.  Tapi, di sisi lain para ahli mengatakan, cara terbaik untuk membentuk kebiasaan membaca dan memahami kata dimulai dari buku cetak sebelum melanjutkan ke e-book.

Mau buku cetak atau e-book atau cetak, hal paling penting bagi orangtua adalah menumbuhkan minat baca. Mulailah dengan membacakan cerita dongeng.

Selain itu, jangan lupakan interaksi. Orangtua harus terus mengajukan pertanyaan kepada anak seputar hal-hal yang mereka dengar atau gambar-gambar yang di lihat.

Baca juga: Nutrisi yang Tepat Bantu Anak Berprestasi Selama PJJ

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
MAMA-HAMIL-DAN-KEHAMILAN
Mitos vs Fakta Kehamilan, Berikut 4 Mitos yang Masih Sering Dipercaya Ibu Hamil Tapi Ternyata Salah
Mitos vs Fakta Kehamilan, Berikut 4...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.