Kompas.com - 24/11/2020, 16:04 WIB
Ilustrasi kucing bengal. SHUTTERSTOCK/SEREGRAFFIlustrasi kucing bengal.

KOMPAS.com - Setiap hewan peliharaan memiliki kebutuhan makanan yang berbeda. Hal itu juga berlaku di saat kita memutuskan untuk memelihara kucing.

Ada banyak pilihan makanan kucing di pasaran, dan kucing membutuhkan makanan yang tepat.

"Kucing sering dianggap seperti anjing berukuran kecil dan diberi makan layaknya seekor anjing."

Demikian kata Tim Julien, DVM, kepala petugas medis di Paz Veterinary di Texas, Amerika Serikat.

Baca juga: Kucing Ternyata Juga Bermimpi, Sudah Tahu?

Padahal, sebagai hewan karnivora kucing memiliki kemampuan yang rendah untuk mencerna dan memanfaatkan karbohidrat.

Para ahli lantas mencari tahu cara memilih makanan yang tepat untuk kucing peliharaan kita.

Memilih makanan kucing

Ketika memilih makanan kucing, sebaiknya gunakan pendekatan yang sama seperti saat kita ingin sarapan di pagi hari, yaitu diet bergizi dan seimbang.

"Kita membutuhkan makanan yang lengkap dan seimbang serta sesuai untuk tahap kehidupan kucing kita."

Begitu kata Bruce Kornreich, DVM, Direktur Cornell Feline Health Center di Ithaca, New York.

Kornreich menyarankan untuk mencari label angka kecukupan nutrisi yang ada dalam makanan hewan.

Lalu, karena kucing merupakan hewan karnivora, daging adalah komponen kunci untuk mencapai pola makan seimbang tesebut.

"Jika daging dan produk sampingan daging ada di dalam daftar, itu menunjukkan makanan tersebut memiliki bahan sumber hewani yang bisa menyediakan asam amino esensial dan asam lemak," sebut dia.

Namun, kucing tidak bisa sekadar mengonsumsi daging tanpa nutrisi lainnya.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Kucing Menggaruk Barang-barang di Rumah

"Kucing harus mendapatkan nutrisi seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D dari bahan lain," ujar Shelly Ferris, DVM, Direktur Regional Petco Veterinary Services.

Dia menganjurkan untuk mencari makanan kucing dengan bahan alami utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat tinggi seperti nasi, gandum, atau kentang.

Sementara itu, Julien mengatakan produk makanan kucing yang menekankan pemasaran ketimbang kandungan nutrisi wajib dihindari.

Dia merujuk pada pewarna yang membuat makanan kucing terlihat lebih menarik bagi manusia, dan kandungan yang tak jelas manfaatnya bagi kucing.

Memerhatikan jenis makanan kucing

Dry cat food atau makanan kucing kering adalah pilihan populer karena lebih praktis daripada makanan kucing basah.

"Makanan kering hemat biaya, tidak berbau, dan dapat disimpan dalam waktu lama tanpa rusak," kata Ferris.

Julien juga mencatat, makanan kucing kering cenderung lebih tinggi karbohidrat daripada makanan kucing basah.

Sehingga, kita harus mempertimbangkan jumlah karbohidrat yang dimakan kucing. "Kucing yang aktif dapat menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi," kata Julien.

"Sementara kucing yang tidak banyak bergerak atau lebih sering di dalam ruangan akan menyimpan karbohidrat ekstra sebagai lemak."

Baca juga: 5 Tips agar Tanaman Hias Tidak Dimakan Kucing dan Anjing Peliharaan

Wet cat food atau makanan kucing basah sedikit menyulitkan, karena harus didinginkan setelah kalengnya dibuka.

Namun, jenis makanan ini juga membantu kucing mendapatkan lebih banyak cairan di dalam makanannya.

"Makanan kalengan atau basah memiliki tingkat protein dan lemak lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang bagus untuk kucing dengan berbagai gaya hidup dan usia," kata Kornreich.

Kelompok usia kucing

Kucing dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu anak kucing, kucing dewasa dan senior.

Julien merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan tentang kebutuhan diet khusus kucing yang sesuai usia, dan meminta ahli mengenali kebutuhan atau batasan dari kucing peliharaan.

"Anak kucing perlu lebih banyak nutrisi penghasil energi seperti protein dan lemak, dan lebih banyak vitamin, mineral serta air daripada kucing dewasa," kata Ferris.

"Formula yang dibuat khusus untuk anak kucing memberikan nutrisi tersebut dalam jumlah tepat."

Sebagian kucing akan beralih dari mengonsumsi makanan anak kucing ke makanan kucing dewasa di tahun pertama mereka.

Baca juga: 8 Alasan Ilmiah Untungnya Memelihara Kucing

Ferris menyebut, penting bagi kucing untuk mengonsumsi makanan baru secara bertahap dalam waktu seminggu guna mencegah sakit perut.

Makanan kucing dewasa kemungkinan memiliki kalori lebih sedikit daripada makanan anak kucing.

Sementara itu, makanan kucing tua (cocok untuk kucing berusia 10 tahun) kemungkinan besar disesuaikan dengan kesehatan kucing.

Sebab bisa saja kucing mengalami kesulitan mengunyah atau mencium dan merasakan makanannya.



Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X