Kompas.com - 16/02/2021, 06:03 WIB

Menurutnya, perempuan yang bisa menetapkan standar penghasilan calon suami seperti Andrea justru memahami tentang dirinya dan apa yang diinginkannya ketika berumah tangga.

“Dalam arti kata tahu apa yang dia mau, tahu standar hidupnya seperti apa, tahu ekspektasinya seperti apa. Menurut saya, itu sangat baik,” ujarnya.

Faktanya, Elly banyak menemukan klien yang datang konseling dengan keluhan masalah keuangan.

Beberapa keluhan yang sering ditemui seperti tidak adanya keterbukaan soal penghasilan atau istri yang lebih dominan daripada suami sehingga suami merasa insecure.

Masalah lainnya yang juga sering muncul adalah tentang perbedaan gaya hidup. Misalnya, Ketika suaminya sangat hemat, sedangkan istrinya sangat boros.

“Jadi banyak isu ketidaksepahaman, merahasiakan penghasilan atau penghasilan salah satu lebih besar, istri-istri yang seperti itu banyak banget,” ungkap Elly.

Di awal pernikahan, mungkin kesenjangan penghasilan itu masih tidak menjadi masalah.

Namun, setelah pernikahan bergulir selama bertahun-tahun dan kebutuhan biaya semakin besar, barulah potensi masalah bermunculan.

Itulah mengapa topik keuangan tak boleh ketinggalan untuk dibahas sebelum pasangan menikah.

Baca juga: 10 Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Kapan harus mulai dibicarakan?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.