Tanyakan Motif dan Kematangan Sebelum Menikah - Kompas.com

Tanyakan Motif dan Kematangan Sebelum Menikah

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 11/08/2017, 13:40 WIB
Ilustrasi pernikahan outdoorDragonImages Ilustrasi pernikahan outdoor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernikahan di bawah usia 20 tahun secara psikologis dianggap termasuk pernikahan muda, kata psikolog Roslina Verauli.

Dari sisi psikologi, dia berpendapat bahwa pernikahan di usia tersebut tidak dianjurkan. “Kalau menikah di bawah usia 20 tahun rentan akan koflik terkait kematangan emosional. Beberapa riset menunjukkan, menikah di bawah usia 20 tahun memiliki risiko perceraian lebih tinggi,” kata psikolog yang akrab disapa Vera saat dihubungi Kompas Lifestyle di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Adapun yang dimaksud kematangan untuk menikah ini memiliki beberapa kriteria. Menurut Vera, seseorang yang ingin menikah secara psikologis harus independen atau mandiri. Tingkat kemandirian pertama terkait emosional.

Kemandirian tipe ini perlu agar tidak lagi bergantung pada orangtua. “Jangan sampai nanti kalau sudah nikah malah seperti ‘Entar ya aku tanya papa mama dulu’. Kan gak lucu. Nanti mau ambil keputusan malah begitu,” kata dia.

Kriteria kemandirian kedua adalah secara finansial. Ini penting lantaran berkaitan dengan kesejahteraan dalam rumah tangga ke depan. Kemandirian finansial dimaksudkan agar nanti setelah masuk bahtera rumah tangga tidak lagi bergantung pada orangtua.

Baca: Apakah Penghasilan Sudah Cukup untuk Menikah?

Nah terakhir adalah kesiapan untuk memiliki hubungan eksklusif secara seksual dengan pasangan. “Kesiapan untuk tetap tinggal dengan satu pasangan. Jangan sampai sudah punya pasangan, tapi malah buka kesempatan yang lain,” ujar Vera.

Bila memang sudah matang dan siap, maka poin lain yang perlu diperhatikan adalah motif pernikahan. Secara psikologis ada dua motif—positif dan negatif—ketika hendak menikah.

Motif positif misalnya karena cinta, ingin meneruskan keturunan, atau ingin memiliki teman hidup hingga tua. Sementara motif negatif misalnya seperti melunasi hutang orangtua, hamil di luar nikah, ingin keluar dari dominasi orangtua, hingga balas dendam dengan mantan pacar.

“Bila alasannya demikian (motif negatif), maka bisa jadi pernikahan tidak berhasil,” kata dia.

Baca: 10 Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Kiat Lancar Berbahasa Inggris saat Wawancara Kerja

Kiat Lancar Berbahasa Inggris saat Wawancara Kerja

Feel Good
7 Mitos Tentang Minuman Beralkohol

7 Mitos Tentang Minuman Beralkohol

Eat Good
Gaya Pacaran ala Generasi Milenial

Gaya Pacaran ala Generasi Milenial

Feel Good
Jangan Oleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar

Jangan Oleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar

Feel Good
4 Trik Agar Tak Mudah Pingsan Saat Upacara

4 Trik Agar Tak Mudah Pingsan Saat Upacara

Feel Good
Jangan 'Baper' ketika Nonton Drama Korea

Jangan "Baper" ketika Nonton Drama Korea

Feel Good
6 Cara Alami Meredakan Panas Dalam

6 Cara Alami Meredakan Panas Dalam

Feel Good
Tubuh Pria Penyuka Sayuran Lebih Wangi

Tubuh Pria Penyuka Sayuran Lebih Wangi

Eat Good
Mengapa Mudah Iri dengan Orang Lain?

Mengapa Mudah Iri dengan Orang Lain?

Feel Good
Ini Alasan Kenapa Kursi Pesawat Berwarna Biru

Ini Alasan Kenapa Kursi Pesawat Berwarna Biru

Feel Good
Banggalah dengan Warna Kulit yang Dimiliki

Banggalah dengan Warna Kulit yang Dimiliki

Feel Good
Kenapa Pilot dan Co-Pilot Tidak Makan Makanan yang Sama?

Kenapa Pilot dan Co-Pilot Tidak Makan Makanan yang Sama?

Eat Good
Apa Efek Menggunakan Steroid untuk Membesarkan Otot?

Apa Efek Menggunakan Steroid untuk Membesarkan Otot?

Look Good
Alami Kondisi Ini, Sebaiknya Tak Makan Selai Kacang

Alami Kondisi Ini, Sebaiknya Tak Makan Selai Kacang

Eat Good
Puma One, Sepatu 'Rancangan' Pemain Profesional

Puma One, Sepatu "Rancangan" Pemain Profesional

Look Good
Close Ads X