Kompas.com - 26/02/2021, 05:30 WIB
, SHUTTERSTOCK,

KOMPAS.com - Banyak dari kita mengalami perubahan hidup yang signifikan selama pandemi Covid-19 terjadi, termasuk urusan mengasuh anak.

Dengan semakin banyak waktu di rumah, tantangan mengasuh anak kerap dikeluhkan para ibu.

Tantangan yang dialami ibu di tengah pandemi Covid-19 terungkap dalam survei "Tantangan Parenting Kala Pandemi" yang dilakukan oleh platform parenting yang menyediakan layanan produk ibu dan bayi, Orami.

Baca juga: Ayah Turunkan Berat Badan 18 Kg demi Selamatkan Nyawa Anaknya...

Hasil survei tersebut dijelaskan oleh Prita Apresianti, Head of Content Orami.

Prita mengatakan tantangan terbesar ibu rumah tangga yaitu kesulitan memiliki "me time" atau waktu untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri, dengan persentase 56 persen.

"Bagi ibu yang bekerja dari rumah atau work from home, mereka kesulitan mengatur jadwal antara mengurus anak dan bekerja (40 persen)."

Demikian penuturan Prita dalam webinar "Orami Menjawab Tantangan Orangtua Indonesia Selama Pandemi" pada Kamis (25/2/2021).

Lalu, sebagian mompreneur atau ibu yang memiliki unit usaha, omzet penjualan menurun secara drastis diakui oleh 32 persen responden.

Prita menjelaskan, hal yang sama dialami para ayah, di mana ayah memiliki peran yang semakin besar di rumah.

"Survei kami menunjukkan, ayah semakin semangat mempersiapkan 'peralatan tempur' selama pandemi (55 persen)," tutur dia.

"Ayah juga semakin dekat dan sering bermain dengan anak, dan mau bersih-bersih rumah."

Baca juga: 5 Cara Menjalin Ikatan yang Lebih Kuat dengan Ibu Mertua

Dampak positif

Survei Orami juga menemukan, anak ikut beradaptasi di rumah, dan mendapatkan beberapa manfaat positif.

"Anak jadi lebih tenang karena lebih dekat dengan ayah ibunya. Anak juga jarang sakit, lebih higienis dan terbiasa hidup bersih," terang Prita.

Namun dia mencatat, pandemi membawa dampak negatif bagi anak. Sebab dari hasil survei, semakin sering anak di rumah, screentime atau waktu menatap layar semakin bertambah.

"Karena anak tidak bisa ke mana-mana, anak merasa bosan di rumah, sehingga screentime bertambah drastis."

"Anak jadi lebih banyak nonton televisi dan YouTube, kurang bersosialisasi dengan teman sebayanya, dan kesulitan menangkap materi pelajaran sekolah online," sebut dia.

"Otomatis konsumsi internet meningkat tajam, sampai 70 persen," sebut dia lagi.

Para ibu yang disurvei, lanjut Prita, mengaku membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan yang aman dan terjangkau selama pandemi (60 persen).

"Selain itu, moms membutuhkan layanan belanja online yang cepat dan berkualitas," kata dia.

Partisipan survei mengatakan, tiga pertimbangan atau faktor terpenting dalam berbelanja adalah harga (78 persen), disusul ongkos kirim (73 persen) dan layanan pelanggan (70 persen).

"Kami juga melihat orangtua saat ini semakin sadar akan protokol kesehatan dan standar higienitas ketika berbelanja, dengan angka 57 persen." sambung Prita.

Baca juga: Tips Mengasuh Anak buat Para Single Mom

Peluncuran aplikasi parenting

Pada tahun ini, Orami mengusung satu platform berupa aplikasi parenting yang memadukan fitur commerce, content, dan community.

Diciptakannya aplikasi parenting Orami bertepatan dengan perayaan ulang tahun Orami yang kedelapan, sejak perusahaan itu berdiri di tahun 2013.

Banyak perubahan yang dilakukan Orami, menurut sang CEO, Ferry Tenka.

"Kami mengubah logo dan perubahan tampilan aplikasi guna menandai perubahan positioning Orami sebagai parenting super app," kata Ferry.

Ia menuturkan, dengan aplikasi parenting Orami, pengguna bisa memilih berbagai fitur yang tersedia, seperti berbelanja, bergabung ke dalam komunitas, membaca artikel seputar parenting, dan fitur pendukung lainnya.

Menurut Ferry, dengan mengunduh Orami super app, pengguna bisa menjawab kebutuhan sebagai orangtua.

"Orami super app ini bukanlah sebuah akhir, ini adalah awal, ini pondasi," ucap dia.

Baca juga: 4 Rahasia Mengasuh Anak agar Sukses di Kemudian Hari

"Kami mau menambahkan lebih banyak fitur dan servis ke depannya, dan mengajak stakeholder di industri mom and baby untuk masuk ke apps Orami dan bertemu pengguna kami, para moms dan dads."

"Kami ingin simplify parenting for all parent in Indonesia, melalui satu ekosistem online yang lebih terintegrasi dan pertama di Indonesia," tutur Ferry.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X