Kompas.com - 26/02/2021, 10:20 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 ShutterstockIlustrasi Vaksin Covid-19

KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 di Tanah Air sudah mulai memasuki tahap kedua yang ditujukan untuk warga lanjut usia (lansia) dan pekerja publik.

Sehabis menjalani vaksinasi, mungkin beberapa orang ada yang mengalami efek samping seperti demam, menggigil, sakit kepala, atau nyeri di lengan tempat disuntik.

Bila kamu merasakannya, tak perlu khawatir berlebihan dengan efek samping tersebut. Sebab hal itu normal terjadi.

Adanya efek samping menandakan sistem kekebalan tubuh sedang memberikan respons terhadap vaksin.

Namun bukan berarti mereka yang tidak mengalami efek samping sistem kekebalan tubuhnya tidak bekerja.

Setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap vaksin, tergantung dari kondisi tubuhnya.

"Banyak pula orang yang tidak mengalami efek samping sama sekali setelah menerima vaksin. Tapi tubuhnya tetap masih terlindungi."

Demikian kata spesialis peradangan dan kekebalan Thaddeus Stappenbeck, MD, PhD seperti dikutip Cleveland Clinic.

Baca juga: Adakah Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Tubuh

Dirinya menjelaskan, saat tubuh menerima vaksin yang mengandung mRNA virus, sel-sel otot di lengan (tempat menyuntik) mulai membuat protein lonjakan.

Hal itu membuat tubuh mengira sel otot terinfeksi virus SARS-CoV-2 secara masif. Selanjutnya tubuh akan mencoba melawan simulasi infeksi di dalam sel.

Kerja sel-sel yang mereplikasi protein lonjakan Covid-19 (RNA) akan diambil alih oleh sel-sel kekebalan. Kemudian sel kekebalan berkomunikasi dengan sel-sel pembuat antibodi.

Melalui pertukaran peran, antibodi khusus untuk SARS-CoV-2 dihasilkan. Inilah proses yang terjadi dalam sistem kekebalan adaptif.

"Pembentukan antibodi dapat menyebabkan beberapa orang mengalami peradangan atau efek samping seperti nyeri lengan, demam, atau nyeri otot," kata Stappenbeck.

Dirinya menjelaskan, saat tubuh terinfeksi virus, maka sistem kekebalan akan melawan dengan antibodi yang ada.

Namun bila seseorang belum pernah terinfeksi virus, maka tidak ada antibodi yang bisa melawan. Tubuh butuh waktu untuk membentuk antibodi.

Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19, Berapa Lama Kekebalan Tubuh Terbentuk?

Kemampuan setiap orang dalam membentuk antibodi berbeda-beda. Terlebih jika virusnya virus baru seperti yang menyebabkan Covid-19.

Dengan melakukan vaksinasi, maka antibodi sudah terbentuk sebelum terinfeksi. Artinya tubuh siap melawan virus SARS-CoV-2 ketika benar-benar terinfeksi.

"Vaksinasi Covid-19 membantu orang-orang yang kesulitan membuat antibodi dengan cepat," cetus Stappenbeck.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.