Kompas.com - 05/04/2021, 14:12 WIB

KOMPAS.com -  Kenali perbedaan antara masker medis palsu dan asli agar terhindar dari dampak buruknya. Izin edar dari Kementriaan Kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan.

Masyarakat dihebohkan dengan peredaran masker medis palsu di pasaran. Bentuknya bisa berupa masker bedah dan masker respirator.

Berbeda dari masker respirator yang jadi andalan tenaga medis di masa pandemi, masker bedah sering digunakan oleh masyarakat umum. 

Barang palsu ini memiliki kualitas yang buruk dan penggunaannya tidak efektif. Karena itu pemakai masker abal-abal ini lebih rentan tertular virus SARS-CoV-2.

Sayangnya agak sulit membedakan masker asli dan palsu secara fisik. Keasliannya baru bisa dipastikan lewat uji laboratorium.

Baca juga: Kemenkes Gandeng Penegak Hukum untuk Tindak Tegas Peredaran Masker Medis Palsu

Namun bukan berarti kita tidak bisa menghindarinya. Agar kesehatan tetap terjaga, terapkan 3 hal berikut ini dalam memilih masker medis asli dan berkualitas.

  • Material yang dipakai

Masker bedah menggunakan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Cermati apakah masker yang dibeli menggunakan material tersebut. Biasanya produsen masker menyertakan bahan bakunya di kemasan agar mudah dibaca konsumen.

Selain itu, masker sekali pakai memiliki 3 lapisan yang bisa menutupi mulut dan hidung penggunanya.

  • Beli di penjual terpercaya

Masker kesehatan sekarang mudah dijumpai dan diperjualbelikan secara daring maupun luring.

Namun pastikan untuk membeli masker kepada penjual yang terpercaya. Belilah alat pelindung ini di apotek atau toko kesehatan yang sudah terjamin.

Membeli secara online di e-commerce mungkin lebih murah namun bisa membawa petaka jika asal-asalan.

Baca juga: Rutin Pakai Masker Juga Melindungi dari Alergi

  • Memiliki izin edar

Masker bedah yang asli memiliki izin edar yang resmi dari Kementerian Kesehatan. Selama 1 tahun belakangan, sudah ada 996 industri masker medis yang mendapatkan legalitas dari pemerintah.

Karena itu ada cukup banyak pilihan yang aman bagi masyarakat. Selain itu akan lebih baik lagi apabila membeli masker dengan label Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dikutip dari situs resminya, Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM mengatakan, izin edar dari Kemenkes artinya masker tersebut sudah layak dikategorikan sebagai masker bedah.

Hal ini berarti telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat.

Kategorinya yakni telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen,” ujarnya seperti dikutip dari situs sehatnegeriku.

Baca juga: Waspada Masker Medis Palsu, Ketahui Risiko Penggunaannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.