Kompas.com - 06/04/2021, 16:26 WIB
Ilustrasi PIXABAYIlustrasi

KOMPAS.comBisnis fesyen termasuk dalam industri kreatif yang berkembang pesat di masa pandemi ini, seiring dengan kebanggaan akan produk lokal dan market place yang akomodatif.

Di lain pihak, kondisi ini melahirkan persaingan yang ketat di antara pebisnis fesyen. Hanya brand yang kreatif, unik, dan jeli melihat pasar lah yang bisa bertahan di tengah persaingan.

Desainer Amot Syamsurimuda mengatakan, sangat penting bagi para wirausaha yang ingin melahirkan label baru untuk menentukan brand DNA terlebih dulu.

“Elemen terpenting dalam melahirkan sebuah brand fashion adalah bagaimana menentukan brand DNA yang unik dan impactful. Esensi inilah yang menjadi kunci sebuah label fashion bisa bertahan terhadap kondisi apa pun,” kata Amot.

Baca juga: Ingin Tampil Keren di Tahun 2021, Sebaiknya Tinggalkan Tren Fesyen ini

Ia memamparkan, secara umum ada empat langkah penentuan brand DNA, yaitu mengetahui nilai autentik sebuah brand, konsistensi yang responsif, brand strategi yang kuat, dan keunikan brand.

“Keempat langkah tersebut merupakan key message yang mendukung terciptanya sebuah brand DNa yang menjadi identitas sebuah label fashion,” kata Amot yang juga seorang desainer fesyen lulusan dari Lassale College of Art Singapore ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

The Bespoke Fashion Consultant Indonesia merupakan fashion incubator yang mendampingi para wirausaha bidang fesyen. Dok TBF consultant The Bespoke Fashion Consultant Indonesia merupakan fashion incubator yang mendampingi para wirausaha bidang fesyen.

Menurut Amot, brand DNA bisa dibentuk dengan pemahaman mendalam dari kreator merek tentang apa yang akan dipersembahkan kepada konsumen.

“Tentunya juga mengetahui cara kreatif dalam membangun brand menjadi bisa diminati oleh target sasaran,” ujarnya.

Baca juga: KIND, Denim Lokal yang Ramah Lingkungan

Pendiri The Bespoke Fashion Consultant Indonesia (TBF consultant), Melinda Babyanna menambahkan, mentoring yang diberikan kepada para pebisnis yang mayoritas bukan desainer meliputi pendampingan dalam pembuatan fashion presentation dengan analisa SWOT, konsep marketing communication, seni kolaborasi, hingga fesyen berkelanjutan.

“Selama saya mendampingi, penentuan brand DNA merupakan hal mendasar dan fundamental yang harus ditentukan agar perjalanan eksistensi brand terarah, memiliki value, dan identitas, yang akan membuat labelnya unik dan memiliki impact,” ujar Melinda.

Ketika sebuah brand sudah paham apa yang menjadi DNA-nya, maka lebih mudah menentukan perencanaan taktikal dan strategi selanjutnya.

Didirikan sejak Januari 2020, TBF consultant merupakan fashion incubator yang mendampingi para wirausaha bidang fesyen mulai dari nol.

Hingga saat ini lembaga ini telah membantu 16 para wirausaha bidang fesyen untuk secara kreatif membangun brand DNA hingga diluncurkan, termasuk di antaranya Kind Denim, Malaika, serta By Dino.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.