BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan KFC

Batasi Berbuka Puasa dengan Gorengan, Lemaknya Tinggi

Kompas.com - 15/04/2021, 13:45 WIB
Ilustrasi gorengan sayur. SHUTTERSTOCK/KETUT MAHENDRIIlustrasi gorengan sayur.

KOMPAS.com - Bagi kebanyakan orang, tak lengkap rasanya berbuka puasa tanpa sajian gorengan. Bakwan, tahu isi, hingga risoles, menjadi favorit banyak orang untuk dicari saat berbuka.

Sayangnya, gorengan ini mengandung kadar lemak yang tinggi dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit bila kita mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan.

Ketahui apa saja dampak keseringan makan gorengan ketika berbuka puasa:

1. Mengganggu sistem pencernaan

Lemak pada gorengan disebut sulit dicerna oleh tubuh. Jika gorengan adalah makanan pertama yang dikonsumsi saat berbuka, kinerja saluran pencernaan akan terganggu.

Saluran pencernaan akan bekerja lebih keras untuk mencerna gorengan yang memiliki kandungan lemak. Di samping itu, tubuh akan lambat dalam memproses nutrisi dari makanan lain.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Akrilamida, Senyawa Berbahaya di Balik Nikmatnya Gorengan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Kenaikan berat badan

Rupanya makanan manis bukan salah satu pemicu berat badan naik. Konsumsi gorengan terlalu banyak juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, karena lemak sulit dicerna dan akan tertimbun di dalam tubuh.

Para ahli menyebutkan, di dalam satu gram minyak goreng terdapat kandungan 10 gram kalori. Terbayang kan, apa jadinya jika kita mengonsumsi banyak gorengan? Dalam sebulan berat badan kita bisa bertambah walau berpuasa.

Para pedagang makanan menggelar dagangan takjil di samping Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (8/5/2019). Bulan puasa menjadi berkah tahunan bagi para pedagang di kawasan ini. Banyak pegawai perkantoran sekitar dan warga memadati kawasan itu untuk mencari minuman dan makanan untuk berbuka puasa.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Para pedagang makanan menggelar dagangan takjil di samping Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (8/5/2019). Bulan puasa menjadi berkah tahunan bagi para pedagang di kawasan ini. Banyak pegawai perkantoran sekitar dan warga memadati kawasan itu untuk mencari minuman dan makanan untuk berbuka puasa.

3. Memicu rasa gatal di tenggorokan

Terkadang gorengan yang dimakan akan memicu rasa gatal di tenggorokan lantaran adanya akrolein atau senyawa organik tak jenuh pada gorengan.

Senyawa akrolein akan terbentuk dari minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali untuk membuat gorengan.

Coba perhatikan, apakah penjual gorengan yang sering kita datangi rajin mengganti minyak goreng dengan yang baru atau terus-menerus memakai minyak goreng yang sudah menghitam warnanya?

Baca juga: Saat Radang Tenggorokan, Makan Apa yang Boleh dan Tidak Boleh?

4. Kenaikan asam lambung

Apabila saluran pencernaan kita tergolong sensitif, gorengan akan merangsang naiknya asam lambung dan menyebabkan heartburn, sensasi panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas. Kandungan lemak pada gorengan juga mampu menyebabkan masalah sembelit.

Membuat gorengan di rumah

Sulit memang untuk berbuka puasa tanpa gorengan. Nah, solusi yang bisa diterapkan adalah membikin gorengan sendiri di rumah. Caranya tidak sulit, dan kebersihannya lebih terjamin.

Baca juga: 3 Cara Kurangi Minyak pada Gorengan Tanpa Mesin

1. Memilih minyak goreng yang lebih sehat

Pilih jenis minyak goreng yang lebih sehat dan tidak dipakai berulang kali. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan olive oil untuk membikin gorengan atau menggunakan airfryer karena bisa "menggoreng" tanpa minyak.

2. Tidak menggoreng makanan terlalu lama

Semakin panas suhu yang digunakan, minyak goreng di wajan akan membentuk senyawa yang disebut akrilamida.

Sebuah penelitian mengungkapkan, senyawa akrilamida berkaitan dengan peningkatan faktor risiko penyakit jantung dan kanker.

Oleh karena itu, aturlah suhu minyak agar tidak terlalu panas. Begitu gorengan sudah berwarna cokelat keemasan, segera angkat dari wajan.

Baca juga: Hobi Makan Gorengan Berisiko Sakit Jantung dan Stroke

3. Hindari memakai ulang minyak goreng

Jangan menggunakan ulang minyak goreng, terlebih minyak yang sudah berubah warna menjadi cokelat gelap atau menghitam. Ganti minyak goreng setelah tiga kali dipakai atau ketika warnanya sudah agak gelap.

4. Mengeringkan gorengan

Setelah gorengan diangkat, keringkan gorengan tersebut dengan cara ditempelkan ke kertas atau tisu khusus untuk makanan. Hal ini bertujuan agar sisa minyak terserap dari gorengan dan tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Baca juga: 8 Makanan Tinggi Lemak yang Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.