Kompas.com - 29/04/2021, 21:18 WIB
Ilustrasi santan dalam kemasan botol kaca. SHUTTERSTOCK/SHUSTIKOVA INESSAIlustrasi santan dalam kemasan botol kaca.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 tentu saja telah mengubah kebiasaan orang-orang untuk membatasi diri pergi ke luar rumah.

Hal ini turut memengaruhi para ibu rumah tangga dalam membeli bahan makanan seperti memilih santan kemasan yang lebih praktis daripada santan murni dari kelapa parut.

Marketing Manager Tetra Pak Indonesia, Panji Cakrasantana mengatakan, berdasarkan hasil survei Kantra di akhir tahun 2020 terungkap bahwa kebutuhan santan kemasan meningkat dari tahun sebelumnya.

"Tercatat ada sebanyak 60 persen ibu rumah tangga yang lebih banyak masak menggunakan santan kemasan karena praktis dan mudah didapatkan di minimarket terdekat atau e-commerce."

Demikian penuturannya dalam virtual media gathering Tetra Pak Indonesia, Kamis (29/4/2021).

Di samping itu, dia melanjutkan, alasan kebersihan juga menjadi pertimbangan ibu rumah tangga memilih santan kemasan agar kesehatan keluarga terjaga dengan baik.

Kendati demikian, penyimpanan santan kemasan tetap tidak boleh sembarangan. Meski dapat bertahan lebih lama dari santan murni, santan kemasan juga bisa menjadi basi jika tidak disimpan dengan baik.

"Sebenarnya santan kemasan itu memiliki masa simpan yang lebih lama yakni sekitar satu bulan karena menggunakan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan kemasan aseptik enam lapis," terangnya.

"Namun, setelah santan kemasan dibuka, kita harus segera menutupnya kembali dengan rapat agar tidak mudah basi," sambung dia.

Menurut Panji, setiap santan memiliki kandungan pH yang tinggi. Oleh sebab itu, apabila terkena udara, sinar matahari, atau bakteri dari luar maka santan tidak akan bertahan lama.

Dia juga merekomendasikan supaya saat membeli santan kita lebih memerhatikan kemasan dan tanggal kedaluwarsa yang bisa memengaruhi isi santan di dalamnya.

"Sebelum membeli santan, kita harus mengecek kemasannya terlebih dahulu. Kalau kemasannya penyok atau kembung berarti kemungkinan besar santannya sudah tidak baik untuk digunakan," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X