Kompas.com - 10/05/2021, 22:20 WIB
Ilustrasi bercinta. PEXELS/ANDREA PIACQUADIOIlustrasi bercinta.

KOMPAS.com - Bercinta seharusnya menjadi momen intim bersama pasangan.

Sebelum menjalaninya, kita juga perlu membekali diri dengan sejumlah informasi tentang seks aman.

Jangan sampai, keintiman ketika bercinta menimbulkan bahaya, termasuk salah satunya adalah fraktur penis (penile fracture).

Menurut Healthline, fraktur atau penis patah terjadi ketika trauma mendadak atau pembengkokan penis mematahkan tunika albuginea.

Jaringan ereksi di bawah tunika albuginea juga mungkin pecah. Jaringan kembar dari ini biasanya terisi dengan darah ketika pria terangsang secara seksual, menghasilkan ereksi.

Fraktur juga bisa melukai uretra, saluran di penis tempat urin mengalir.

Penyebab umum patah tulang penis meliputi tekukan penis yang terlalu kuat selama penetrasi vagina, sentakan tajam pada penis yang ereksi, kecelakaan mobil, atau kecelakaan masturbasi traumatis lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Posisi seks juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kondisi ini.

Melansir HuffPost, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Nature mengungkapkan beberapa posisi seks berbahaya penyebab penis patah antara lain:

  • Doggy style.
  • Man on top atau missionary.
  • Woman on top.

Untuk penelitian, para peneliti mengamati kehidupan seks dari 90 pasien berusia 18 hingga 66 tahun yang menderita penis patah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X