Kompas.com - 08/06/2021, 13:51 WIB
Ilustrasi bekerja DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi bekerja

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, termasuk bagaimana cara kita mencari kerja.

Beberapa waktu lalu, situs penyedia lowongan kerja JobStreet membagikan hasil surveinya yang berjudul "Mengupas Tren Talent Global". Survei ini diadakan bersama Boston Consulting Group (BCG) dan The Network.

Salah satu bagian survei membahas seputar tren pasar pekerjaan saat ini.

Berdasarkan survei, terlihat bahwa angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi sangat tinggi. Hasil survei menunjukkan angkanya mencapai 52 persen. Mereka yang terkena PHK terutama masyarakat dengan tingkat edukasi rendah dan generasi muda. Hal ini kemudian juga berdampak pada tren mencari kerja yang semakin meningkat.

Selain itu, banyak pula pekerja yang menghadapi risiko pekerjaan mereka akan digantikan dengan sistem otomatis. Sebanyak 44 pekerja menghadapi risiko tersebut.

Selain karena faktor tersebut, tingkat keamananan yang sudah semakin membaik dengan keberadaan vaksin Covid-19 membuat angka pencari kerja semakin tinggi.

Mereka yang terkena PHK terutama masyarakat dengan tingkat edukasi rendah dan generasi muda. Hal ini kemudian juga berdampak pada tren mencari kerja yang semakin meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini angka pencari kerja meningkat dengan signifikan karena sudah tersedianya vaksin Covid-19 yang membuka semakin banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia."

Demikian diungkapkan oleh Country Manager JobStreet Indonesia, Faridah Lim melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Jobs.Id Gelar Job Fair, Diikuti Lebih dari 50 Perusahaan

Pekerjaan paling diminati

Survei tersebut juga menungkap adanya perubahan di pasar pekerjaan, dengan 75 persen masyarakat bersedia untuk belajar dan mengembangkan diri demi mendapatkan pekerjaan baru. Sementara 67 persen masyarakat mengaku meluangkan banyak waktu untuk belajar.

Selama masa pandemi, angka pelamar kerja meningkat sebesar 89 persen.

JobStreet juga mengungkapkan data internal mereka tentang jenis pekerjaan apa saja yang paling banyak diminati di masa pandemi.

Adapun 10 jenis pekerjaan paling dicari dan memiliki peningkatan tertinggi di 2021 menurut data internal JobStreet, antara lain:

1. Digital marketing (peningkatan 66 persen)

Spesialisasi ini mencakup posisi seperti social media specialist, digital marketing manager, SEO specialist, hingga content creator.

2. Penjualan - ritel/umum (49 persen)

Posisi yang berkaitan dengan spesialisasi ini termasuk sales executive, sales supervisor, sales manager, store manager, dan area sales manager.

3. Pemasaran/pengembangan bisnis (41 persen)

Beberapa posisi yang berkaitan dengan spesialisasi ini seperti marketing executive, marketing manager, brand manager, dan produuct manager.

4. Penjualan - korporat (40 persen)

Spesialisasi ini mencakup beberapa posisi seperti account manager, key account manager, sales support, hingga sales product manager.

5. Seni/kreatif/desain grafis (39 persen)

Beberapa pekerjaan yang paling banyak dicari dan berkaitan dengan spesialisasi ini seperti graphic designer, video editor, creative director, art director, hingga web designer.

6. Pembelian (38 persen)

Sejumlah posisi yang berkaitan dengan spesialisasi pembelian, inventory, material, dan amanjemen gudang antara lain purchasing manager, procurement, warehouse manager, PPIC staff, dan inventory control.

7.Manufaktur/operasi produksi (36 persen)

Posisi yang berkaitan dengan spesialisasi ini seperti production supervisor, factory manager, process engineer, welder, dan operations manager.

8. Logisik (35 persen)

Spesialisasi logistik atau rantai pasokan berkaitan dengan sejumlah posisi seperti logistic supervisor, supply chain manager, export import staff, hingga supply chain analyst.

9. IT/komputer - perangkat lunak (34 persen)

Beberapa posisi yang terkait dengan spesialisasi ini seperti web developer, full stack developer, front end developer, backend developer, dan mobile developer.

10. Keuangan - umum/akunting biaya (33 persen)

Posisi yang berkaitan dengan spesialisasi ini di antaranya finance & accounting manager, account receivable staff, dan account payable staff.

Baca juga: 17 Pekerjaan yang Bisa Dikerjakan di Rumah dan Hasilkan Banyak Uang

Job fair jadi solusi

Data tersebut membuat para pencari kerja perlu bekerja lebih keras untuk mencari dan mengambil berbagai peluang kerja yang datang.

Berpartisipasi dalam pameran pekerjaan virtual (virtual job fair) juga bisa menjadi salah satu solusi.

JobStreet, misalnya, menyelenggarakan Virtual Career Fair mulai dari 9-11 Juni 2021. Sebelumnya, JobStreet sudah menggelar acara serupa pada Maret lalu.

Virtual Career Fair akan diikuti lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 1.000 lowongan kerja serta menyediakan beberapa fitur, seperti virtual booth, hingga konten multimedia dan sesi livestream fitur chatbot dengan perwakilan perusahaan.

Karena diselenggarakan secara virtual, para pencari kerja tak perlu meninggalkan rumah untuk mencari lowongan kerja di posisi yang diinginkan.

"Virtual Career Fair adalah cara JobStreet untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan selama masa pandemi dengan aman dan efisien, di mana para pencari kerja dapat menghadirinya dari kenyamanan rumah mereka masing-masing," kata Faridah.

Baca juga: 4 Tanda Kamu Perlu Pekerjaan Baru Tahun Ini

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X