Kompas.com - 10/06/2021, 14:46 WIB
Ilustrasi susu. FREEPIK/JCOMPIlustrasi susu.

KOMPAS.com - Stunting masih menjadi masalah kesehatan besar yang mengintai anak-anak di Indonesia. Kondisi ini bisa dicegah dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan anak.

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak pada 1000 hari kehidupannya, penting untuk memenuhi asupan protein hewan, seperti daging, ikan, telur, dan susu.

Susu merupakan salah satu asupan protein hewani yang baik karena kandungan gizinya lengkap dan mudah dikonsumsi sebab bentuknya cair. 

Baca juga: Urutan Keempat Dunia, Ini Penyebab Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Namun, konsumsi susu di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, konsumsi susu di Indonesia rata-rata hanya 16,27 kg/kapita/tahun.

Angka ini jauh di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (36,2/kg/kapita/tahun), Myanmar (26,7kg/kapita/tahun), dan Thailand (22,2kg/kapita/tahun).

Oleh sebab itu, upaya peningkatan konsumsi susu di Indonesia harus dilakukan dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi susu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Susu merupakan salah satu sumber gizi yang mudah untuk dikonsumsi semua kalangan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga anak-anak," papar dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FKGM), Prof Dr Mohammad Juffrie, SpAK, PhD saat webinar Pergizi Pangan Indonesia, Rabu (9/6/2021).

"Susu mengandung protein, zat besi, vitamin C, dan mineral yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak agar terhindar dari kekurangan gizi mikro seperti anemia dan gizi buruk yang berujung stunting," sambung dia.

Baca juga: Susu Dianggap Makanan Mahal, Konsumsi Susu di Indonesia Rendah

"Susu yang berkualitas dapat berasal dari susu segar maupun susu terfortifikasi dan perlu disertai dengan konsumsi gizi seimbang lainnya," terangnya.

Produksi susu berkualitas

Medical Science Director Danone Indonesia, Dr Ray Wagiu Basrowi mengungkapkan pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mendukung penyediaan serta konsumsi susu yang berkualitas.

"Kami telah melakukan berbagai inovasi produk untuk menjawab kebutuhan gizi ibu hamil hingga anak-anak guna mencegah stunting," katanya.

Salah satu contoh zat gizi inovatifnya yakni IronC yang merupakan kombinasi zat besi dan vitamin C untuk membantu pemenuhan gizi zat besi pada anak.

Baca juga: Cegah Stunting, Protein Hewani Harus Ada dalam MPASI

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia.

Sementara, menurut Grantham-McGregor S 2010, sekitar 50-60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Kondisi ini dianggap mengkhawatirkan, jika tidak ditangani segera karena kekurangan zat besi akan membuat anak-anak sebagai Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara optimal.

Baca juga: Berapa Banyak Susu untuk Bayi Selama Masa Menyapih?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X