Kompas.com - 16/06/2021, 16:31 WIB
Petugas medis menjemput warga positif COVID-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). Klaster halal bihalal di Cipayung bertambah sebanyak 32 orang, dari 51 orang menjadi 83 orang terpapar COVID-19 perhari ini dan sebanyak 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, tiga orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas medis menjemput warga positif COVID-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). Klaster halal bihalal di Cipayung bertambah sebanyak 32 orang, dari 51 orang menjadi 83 orang terpapar COVID-19 perhari ini dan sebanyak 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, tiga orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

KOMPAS.com - Meskipun kasus infeksi ulang (reinfection) dilaporkan masih jarang terjadi, namun para penyintas Covid-19 harus tetap meningkatkan kewaspadaan karena segala sesuatunya bisa berubah.

Dokter spesialis penyakit menular, Frank Esper, MD mengatakan bahwa terlalu dini bagi para penyintas Covid-19 membuat asumsi kalau mereka aman dari virus yang mematikan ini.

"Setelah terinfeksi kita mungkin merasa aman karena ada antibodi. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak dapat kembali tertular dan menyebarkannya ke orang lain," terangnya.

Oleh sebab itu, dia terus mengingatkan masyarakat, terutama para penyintas Covid-19, untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah diberlakukan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: Yang Harus Diketahui Tentang Infeksi Ulang Virus Corona

Dia juga menambahkan bahwa sampai saat ini komunitas medis masih meneliti tentang kasus infeksi ulang yang dialami beberapa penyintas Covid-19.

Kekebalan tubuh dari vaksin

Baru-baru ini, sebuah penelitian dari Oxford menunjukkan apabila antibodi dari penyintas Covid-19 menawarkan perlindungan terhadap virus corona selama enam bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, perlu dicatat bahwa penelitian ini masih harus dievaluasi dan ditinjau oleh rekan sejawat.

"Sebagian besar individu yang memiliki antibodi dapat terlindungi secara efektif dalam beberapa bulan," jelasnya.

"Tetapi, seperti kebanyakan kasus, antibodi ini sepertinya tidak bertahan lama. Jadi, kekebalan itu bisa berkurang seiring berjalannya waktu," sambung dia.

Baca juga: 4 Gejala Covid-19 yang Menunjukkan Antibodi Bertahan Lama

Menurut dia, vaksinasi Covid-19 mungkin menjadi salah satu cara untuk memperkuat kekebalan tubuh kita terhadap virus corona.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X