Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/06/2021, 17:52 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Sumber Eat This

KOMPAS.com - Kegemukan atau yang biasa kita kenal sebagai obesitas merupakan kelebihan lemak tidak sehat pada tubuh yang dapat meningkatkan berbagai macam risiko penyakit.

Obesitas ini sering kali menjadi penyebab penyakit kronis yang cukup serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2.

Nah, untuk itu, kita perlu mengetahui beberapa tanda bahwa kita telah mengalami obesitas guna menghindari timbulnya penyakit-penyakit yang berbahaya.

Berikut ini terdapat enam tanda kita mengalami obesitas:

1. Pakaian atau celana menjadi sempit

Salah satu tanda yang jelas dari obesitas adalah ketika pakaian atau celana kita mulai terasa sempit.

Ahli kesehatan di Maryland Bariatric Center di Mercy Hospital Baltimore, Kuldeep Singh, MD mengatakan bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal ini.

"Jadi, daripada membeli pakaian baru, sebaiknya pergilah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan terkait obesitas," sarannya.

Baca juga: Waspadai, Perut Buncit Picu Risiko Kematian yang Tinggi

2. Kaki membengkak

Peningkatan berat badan dapat memberi tekanan pada sistem vena yang membawa darah ke seluruh tubuh. Misalnya, dari kaki kembali ke jantung.

Obesitas dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut berhenti bekerja dengan baik dan menyebabkan pembengkakan pada kaki.

"Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki varises atau gumpalan darah," kata Singh.

"Mereka mungkin menahan cairan karena tekanan darah tinggi. Itu bahkan bisa menjadi tanda awal gagal jantung," sambung dia.

Baca juga: Waspada, Obesitas Bisa Picu Radang Sendi Dini

3. Kesulitan bernapas

Orang-orang dengan obesitas dapat mengembangkan timbunan lemak yang besar di sekitar dada, sehingga menghambat pernapasan.

"Ketika berbaring, mereka tidak bisa bernapas dengan benar," ujarnya.

"Pada beberapa orang yang memiliki jumlah lemak dada atau perut yang sangat besar, diafragma mereka tidak bisa bergerak bebas dan akan kesulitan bernapas," lanjut dia.

Baca juga: Adakah Kaitan antara Asma dan Obesitas?

4. Kelelahan

Obesitas juga dapat mengembangkan sleep apnea, di mana kelebihan lemak menghalangi pernapasan orang-orang saat tidur.

"Mereka cenderung mendengkur dan terbangun karena oksigen darah yang sangat rendah," kata Singh.

Menurut dia, siklus ini bisa terjadi secara berulang setiap beberapa menit sepanjang malam.

Jadi, orang-orang yang mengalami obesitas tidak benar-benar mendapatkan kualitas tidur yang baik, sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari.

Baca juga: Kaitan Obesitas dengan Gairah Seks Menurun, Sudah Tahu?

5. Sakit kepala

Singh mengungkapkan bahwa sakit kepala bisa sangat dipengaruhi oleh berat badan, terutama akibat dari obesitas.

Obesitas juga dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut dengan hipertensi intrakranial jinak, di mana tekanan meningkat pada otak dan menyebabkan rasa sakit di kepala yang sama dengan tumor otak.

Baca juga: Terungkap, Hubungan Obesitas, Peradangan Otak, dan Hobi Makan Banyak

6. Depresi

Beberapa penelitian menemukan bahwa obesitas membawa peningkatan risiko depresi yang lebih tinggi.

"Depresi adalah gangguan bawaan dari obesitas dan hampir secara universal orang-orang obesitas mengalami depresi," jelas Singh.

Depresi ini biasanya disebabkan karena kegagalan orang-orang obesitas untuk menurunkan berat badan.

Alhasil, mereka kembali pada kebiasaan hidup yang tidak sehat dan menambah berat badan. Lalu hal ini seperti lingkaran setan yang akan memperburuk depresi.

Baca juga: Waspada, Obesitas Bisa Sebabkan Depresi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com