Kompas.com - 01/07/2021, 19:59 WIB
Ilustrasi belanja SHUTTERSTOCKIlustrasi belanja
|
Editor Wisnubrata

Cashback populer mulai 1980-an

Ditemukan cukup jauh setelah diskon, cashback pertama kali diterapkan oleh penerbit kartu kredit pada era 1980-an.

Penerbit kartu kredit memberikan cashback untuk setiap pembelian yang dapat digunakan untuk membayar tagihan telepon si pemegang kartu.

Di tahun 1986, program cashback semakin populer sejak diterapkannya Discover Financial Services yang kala itu merupakan bagian dari Morgan Stanley (salah satu perusahaan terbesar di AS).

Discover Financial Services memperkenalkan konsep membagikan sejumlah nilai uang tunai kepada pemegang kartu pada setiap akhir tahun.

Jumlah uang tunai bervariasi berdasarkan jumlah total tagihan yang dibebankan pada kartu kredit.

Populer sejak tren belanja online

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, istilah cashback dan diskon menjadi semakin populer sejak meningkatnya tren belanja online.

Di samping itu, banyak munculnya marketplace dan layanan pembayaran digital di era 2010-an ke atas juga menjadi pendorong informasi mengenai cashback dan diskon.

Salah satu layanan pembayaran digital seperti ShopeePay termasuk yang rutin memberikan cashback dan diskon untuk para penggunanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.