Kompas.com - 30/07/2021, 13:27 WIB
Didiet Maulana. DOK IKAT INDONESIADidiet Maulana.

KOMPAS.com - IKAT Indonesia by Didiet Maulana menginjak usia 10 tahun pada 29 Juli 2021.

Di momen tersebut, Didiet sempat bercerita bagaimana dirinya menjaga agar terus mendapatkan inspirasi berkarya dari satu koleksi ke koleksi lainnya.

Menurutnya, inspirasi justru semakin sulit datang jika dipaksakan. Ia pun belajar memberikan jeda pada diri sendiri untuk membiarkan ide tentang kreativitas itu datang.

"Saya belajar, semakin di-press untuk bikin sesuatu, semakin enggak bisa Jadi saya selalu bilang kalau mau kreatif kita harus berikan jeda pada diri kita sendiri."

Demikian diungkapkan Didiet dalam perayaan 10 tahun IKAT Indonesia by Didiet Maulana, Kamis (29/07/2021).

Baca juga: Ritual Minum Teh Didiet Maulana, Inspirasi Koleksi Baru IKAT Indonesia

Didiet mengingat, di awal-awal tahun berkarya sempat begitu ambisius, yang pada akhirnya malah membuatnya mengalami penyakit mag kronis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pria lulusan arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) itu menyebut, inspirasi bahkan bisa didapatkanya ketika melakukan aktivitas sederhana, seperti mandi di bawah pancuran.

"Jadi kuncinya bagaimana menyelaraskan antara diri kita dan tubuh kita. Di kala kita lagi nyaman, tenang, aman, kemudian kita bisa berkarya dan berkreasi," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Didiet juga mengenang bagaimana perjalanan 10 tahun IKAT Indonesia berawal dari sebuah mimpi untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke generasi muda dan membantu para perajin agar bisa terus berkarya.

Selama 10 tahun, IKAT Indonesia berkembang dari yang awalnya membuat pakaian ready to wear untuk perempuan, hingga membuat seragam untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013 dan berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk hotel, Bank BCA, hingga Garuda Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu jalan terbuka hingga labelnya dapat berdiri seperti hari ini.

"Awalnya dari mimpi ingin deh punya brand lokal Indonesia, ingin mengenalkan budaya Indonesia ke anak-anak muda, ingin mematahkan dogma bahwa "wah pakai tenun ikat, mau kondangan, bro?" atau mematahkan dogma kalau pakai batik berarti mau rapat atau "kok pajangan dinding dipakai jadi baju?"."

"Banyak hal-hal yang dulu enggak mungkin sekarang menjadi mungkin, menjadi nyata," ucapnya

Baca juga: Didiet Maulana dan Momen Haru di 9 Tahun Perjalanan Ikat Indonesia



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.