Kompas.com - Diperbarui 02/09/2021, 12:33 WIB
Ilustrasi varian virus corona, WHO memberikan klasifikasi varian-varian virus corona penyebab Covid-19 yang terbagi atas Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI). SHUTTERSTOCK/ImilianIlustrasi varian virus corona, WHO memberikan klasifikasi varian-varian virus corona penyebab Covid-19 yang terbagi atas Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI).

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sepenuhnya memahami varian Mu dan kemampuannya.

Ahli penyakit menular dari Mater Health Services dan University of Queensland, Paul Griffin mengatakan, para ahli kesehatan masih terus mencari varian yang mungkin lebih mudah menginfeksi orang yang divaksinasi, melalui mutasi pada protein lonjakan virus.

"Jika protein lonjakan itu berubah secara signifikan, maka pasti ada potensi vaksin Covid-19 bekerja kurang baik," katanya.

"Kami pikir akan ada waktu di mana itu menjadi sangat mungkin, tetapi kami belum benar-benar melihatnya.

WHO menekankan, bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek varian Mu. Namun, Griffin mengatakan, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Mu cocok sebagai varian pelarian.

Menurut WHO, prevalensi varian Mu dalam infeksi Covid-19 global sebenarnya telah menurun sejak pertama kali terdeteksi, namun prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) secara konsisten meningkat. Varian ini menyumbang kurang dari 0,1 persen dari semua infeksi Covid-19 global, tetapi wabah B.1.621 juga telah dilaporkan di beberapa bagian AS dan Eropa.

Baca juga: Apa Itu Varian Mu, Varian Baru Virus Corona dari Kolombia yang Diawasi WHO?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Variant of interest kelima yang dipantau WHO

Varian Mu adalah variant of interest kelima yang terdaftar oleh WHO.

Selain Mu, ada empat varian yang lebih serius yang masuk dalam kategori variant of concern. Kesembilan varian tersebut diberi nama dengan huruf alfabet Yunani yang berbeda.

Lima variant of interest yang terdaftar adalah:
1. Eta: pertama kali terdeteksi di beberapa negara pada Desember 2020
2. Iota: pertama kali terdeteksi di AS pada November 2020.
3. Kappa: pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020.
4. Lambda: pertama kali terdeteksi di Peru pada Desember 2020.
5. Mu: pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021.

Sementara voc yang dinilai berpotensi memburuk adalah Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.