Kompas.com - 22/10/2021, 13:09 WIB
Penyebab disfungsi ereksi juga bisa karena masalah organ, misalnya saraf atau pembuluh darah. SHUTTERSTOCKPenyebab disfungsi ereksi juga bisa karena masalah organ, misalnya saraf atau pembuluh darah.

KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 memiliki fungsi utamanya untuk mencegah terpapar virus. Namun siapa sangka jika vaksin Covid-19 ternyata juga menjaga kemampuan seksual seseorang, khususnya pria. Benarkah?

Penelitian di Italia baru-baru ini menunjukkan Covid-19 dapat menyebabkan seseorang mengalami disfungsi ereksi, masalah yang menjadi momok menakutkan bagi banyak kaum adam.

Riset dilakukan berdasarkan sampel dari 2.000 pria Italia yang aktif secara seksual, beberapa telah tertular virus Covid-19 dan beberapa tidak.

Hasilnya, terkonfirmasi bahwa Covid-19 berpotensi pada munculnya disfungsi ereksi, terlepas dari variabel lain yang mempengaruhi fungsi ereksi, seperti status psikologis, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Artinya, menyegerakan vaksin maupun menyelesaikan dosisnya merupakan langkah bijaksana untuk mencegah pria terhindar dari disfungsi ereksi alias impoten karena covid-19.

Jadi tidak ada lagi alasan untuk menunda vaksin karena manfaatnya sangat besar baik untuk kesehatan diri maupun seksual bersama pasangan.

Baca juga: Waspada, Penderita Covid-19 Bisa Alami Disfungsi Ereksi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampak vaksin Covid-19 pada disfungsi ereksi

Dr Joseph Santos, ahli kesehatan umum terdaftar dan direktur medis di Rosemary Health di Australia mengatakan infeksi Covid-19 memang berdampak pada kondisi seksual penderitanya termasuk disfungsi ereksi.

“Ada laporan kasus yang mendokumentasikan bagaimana penyintas Covid-19 mengalami kesulitan seksual seperti disfungsi ereksi. Secara langsung, diyakini bahwa virus dapat mempengaruhi sistem pembuluh darah kita melalui proses inflamasi yang berdampak pada aliran darah ke penis.” ujarnya.

Secara tidak langsung, impotensi terjadi karena efek infeksi virus pada kesehatan pasien secara keseluruhan. Selain itu, hal ini juga termasuk dalam sindrom long covid yang biasanya dirasakan selama proses pemulihan dan berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh.

Kondisi ini juga berkaitan dengan masalah psikologis yang ditimbulkan pandemi terhadap kesehatan mental banyak orang.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.