Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/10/2021, 10:36 WIB

KOMPAS.com - Jarum jam baru menunjukkan pukul 08.15 ketika sejumlah motor Royal Enfield masuk ke sebuah SPBU di kawasan Jalan Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat pekan lalu.

Usai mengisi bahan bajar, lima unit motor Meteor 350 dan tiga unit Himalayan yang ikut dalam turing bertajuk "Get Out of Your Orbit" itu sempat parkir sejenak di halaman mini market di areal SPBU.

Saat itulah, seorang pria datang mendekat. Sambil tersenyum dan mengangguk seperti meminta ijin, dia lalu menyorongkan kamera ponselnya pada Meteor kuning yang ada di dekatnya.

Baca juga: Royal Enfield Meteor 350, Motor Cruiser buat Harian

Royal Enfield Meteor 350 varian Fireball Royal Enfield Meteor 350 varian Fireball
Rupanya, bentuk motor bergaya retro klasik dengan mesin 349cc tersebut mengundang perhatiannya. Lelaki itu terlihat beberapa kali memotret motor itu dengan wajah semringah.

"Memang yang kuning ini kalo di jalan bikin orang-orang nengok," kata Bimo Ario Sulistyo, Rides and Community Manager Royal Enfield, Indonesia, yang ikut ambil bagian dalam turing ini.

Bimo yang juga mengendarai Meteor warna kuning merasa cukup sering mengalami pengalaman serupa. "Di jalan tuh mengundang perhatian," sebut dia lagi.

Motor yang pertama kali diluncurkan pada akhir Maret 2021 lalu ini sesungguhnya ditawarkan dalam tiga varian, dengan pembeda pada sisi warna, dan sejumlah aksesoris.

Meteor warna kuning adalah salah satu pilihan dari varian Fireball, yang memang didesain dengan kesan yang lebih sporty dan minimalis. Harga jual on the road-nya Rp 109,4 juta.

Dalam acara turing menuju kawasan Geopark Ciletuh, Jawa Barat yang digagas untuk menguji ketangguhan dan kenyamanan Meteor itu juga diikutkan varian Supernova, warna biru muda.

Baca juga: Selisik Fitur Royal Enfield Meteor 350

Supernova adalah varian termahal dari Meteor 350, yang dibenderol seharga Rp 112,8 juta. Di tengah, ada varian Stellar, yang harganya Rp 111,1 juta.

Tak ada perbedaan spesifikasi mesin pada ketiga varian tersebut. Hanya sebatas aksen dan aksesoris.

"Kalo Supernova lebih banyak akses krom-nya, dan sudah ada windshield dan backrest," sebut Bimo.

Beda gaya beda selera

Lima unit motor Royal Enfield Meteor 350 dalam turing bertajuk Get Out of Your Orbit melintasi kawasan di selatan Jawa Barat sejauh 400an kilometer, pada Jumat (22/10/2021)-Sabtu (23/10/2021).DOKUMENTASI ROYAL ENFIELD Lima unit motor Royal Enfield Meteor 350 dalam turing bertajuk Get Out of Your Orbit melintasi kawasan di selatan Jawa Barat sejauh 400an kilometer, pada Jumat (22/10/2021)-Sabtu (23/10/2021).
Motor Royal Enfield 350 pada dasarnya adalah kendaraan roda dua yang menyasar para penikmat gaya retro dan klasik.

Namun demikian, di dalam segmen itu pun masih dimungkinkan variasi gaya -yang tentu saja bertujuan untuk menjangkau lebih banyak selera konsumen.

"Kalo gue lebih suka yang biru nih, keren banget kombinasi warnanya," sebut Rafiq Djoemhana selaku road captain dalam turing dua hari yang menempuh jarak lebih dari 400 kilometer ini.

Rafiq yang memiliki Royal Enfield Himalayan merasa, aksen krom pada beberapa bagian varian Supernova menambah kesan mewah dari motor tersebut.

Baca juga: Hitung Konsumsi BBM Royal Enfield Meteor 350

"Lihat nih, krom-nya di tangki, cakep banget ya," sebut dia.

Mungkin pikiran yang sama lewat di benak seorang warga yang sampai menyempatkan diri menyeberang jalan, ketika rombongan turing ini sedang berhenti sejenak menjelang kawasan Rumpin, Bogor.

"Wah, berapa silinder ini pak?" tanya dia tanpa mengalihkan matanya dari blok mesin Meteor Supernova.

Wajahnya terlihat terkagum-kagum dengan motor warna biru langit di depannya. Padahal di dekatnya, ada Meteor lain dengan warna yang lain.

"350 cc satu silinder ya?" kata dia mengulangi jawaban yang didengar sambil mengangguk-angguk.

Sayang, belum sempat dia meneliti lebih jauh, rombongan sudah harus bergegas pergi.

Sepanjang perjalanan turing di kawasan selatan Jawa Barat, rombongan kecil dari motor-motor besar bersuara "halus" ini memang kerap menyedot perhatian warga.

Meski tak ada bunyi mesin yang menggelegar layaknya motor-motor berkapasitas besar, tetapi kehadiran Meteor lebih dilirik karena sosoknya yang unik, khas retro.

Baca juga: Punya 3 Varian, Ini Harga Royal Enfield Meteor 350

Apalagi jika penampilan rider-nya diselaraskan dengan penampilan motornya. Tentu, tak ada kata selain "keren" yang bisa terucap. 

Bimo adalah salah satu contoh rider yang paling siap dengan penampilannya di sepanjang turing ini.

Bimo Ario Sulistyo Rides and Community Manager Royal Enfield, Indonesia, mengendarai Royal Enfield Meteor 350 lengkap dengan riding gear keluaran Royal Enfield.DOKUMENTASI ROYAL ENFIELD Bimo Ario Sulistyo Rides and Community Manager Royal Enfield, Indonesia, mengendarai Royal Enfield Meteor 350 lengkap dengan riding gear keluaran Royal Enfield.

Bagaimana tidak? Sebagai staf di Royal Enfield, dia mengenakan riding gear khusus keluaran Royal Enfield.

"Ini buatan India, gak tembus air, tapi tetep dikasih lining waterproof dan lapisan buat winter yang bisa dipasang di dalem-nya," sebut Bimo menerangkan jaket yang dipakainya. 

Jaket hitam berbahan cordura yang dipakai Bimo dilengkapi "ventilasi" di bagian punggung dan dada, hingga memungkinkan pengendara merasakan kesejukan udara saat berkendara di udara panas.

Tentu saja, seperti protective gear pada umumnya, set jaket dan celana yang dipakai Bimo dilengkapi dengan fitur anti-abrasi dan anti-benturan.

Lalu, lining anti-hujan yang dimaksud Bimo, dapat dilipat rapi dan disimpan pada kantong yang ada di sisi bagian punggung.

"Saya sudah coba hujan-hujanan gak tembus, ya hanya bagian-bagian busanya lembap ya, makanya disediakan lining ini," sebut dia.

Baca juga: Perbedaan Tiap Varian Royal Enfield Meteor 350

Gaya jaket riding serba hitam itu pun selaras dengan celana berkendara yang terbuat dari bahan yang sama, dan dilengkapi sejumlah protektor demi keselamatan.

Aksen Royal Enfield pada perlengkapan itu pun dibuat dengan gaya monokrom, hingga tak mencolok namun terkesan mewah.

Sebuah kombinasi kece, antara motor klasik eyecatching dan perlengkapan senada, yang membuat pengendara lain tak kuasa untuk tidak menoleh.  

Royal Enfield sepertinya paham betul dengan kebutuhan ini. Tengok saja apa yang ada di Royal Enfield Flagship Store, Pondok Indah, Jakarta.

Tak hanya motor yang dipajang di sana. Berbagai pernak-pernik berkendara, mulai dari kaus, sarung tangan, hingga tas-tas berbagai jenis dijual di sana.

Sungguh, bukan hanya performa dan penampilan motor yang melulu diperhatikan. Gaya penunggang Royal Enfield pun bisa "dimodifikasi" sesuai selera, hingga orang lain tak mampu menahan decak kagum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.