Kompas.com - 30/03/2022, 07:41 WIB

KOMPAS.com - Metode sunat yang nyaman, dan memiliki durasi pemulihan yang cepat, saat ini menjadi pertimbangan orangtua ketika ingin menyunatkan anak laki-lakinya.

Wajar saja, metode sunat konvensional memang kerap membuat anak takut menjalaninya sehingga orangtua harus membujuk anak agar mereka bersedia dikhitan.

Saat ini tersedia berbagai pilihan metode sunat yang masing-masing memiliki kelebihan. Salah satu yang cukup diminati adalah klem. Namun, metode ini juga memiliki beberapa kendala, antara lain harga dan juga klem yang harus terpasang di penis selama beberapa waktu seusai khitan.

PT Tekno Klem Indonesia bersama dengan dr. Darsono dan dr. Anwar Indra Syafrudin mengembangkan alat sirkumisi klem yang mengedepankan kemudahan pemakaian, keamanan, dan kenyamanan bagi anak.

Baca juga: Pandemi, Deretan Anak Selebritas Pilih Khitan di Rumah

Menurut Darsono, keunggulan metode terbaru ini adalah tidak ada alat yang dipasang setelah sunat.

"Jadi saat anak pulang ke rumah, tidak ada lagi klem yang terpasang, anak akan merasa nyaman," kata dokter yang menjadi Ketua Umum Asosiasi Dokter Khitan Indonesia ini.

Kelebihan lain dari metode ini adalah hasil sunat lebih rapi, tidak ada jahitan atau balutan kasa, hingga anak tetap bisa mandi setiap hari setelah disunat.

“Setelah selesai proses sunat, dokter akan melepas klem dan memberikan lem pengganti jahitan atau dikenal dengan skin adhesive. Jadi tidak ada jahitan sama sekali,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Anwar, sunat klem berteknologi terbaru ini sudah diuji pada sekitar 6.000 anak di Indonesia selama periode 2020-2021.

"Selama periode tersebut angka keberhasilan tinggi dan risiko kejadian pasca-sunat sangat minimal, sehingga para praktisi sudah dapat merekomendasikan metode sunat ini," katanya.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Luka Sunat Bermasalah, Bisa Bengkak sampai Susah Sembuh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.