Kompas.com - 06/06/2022, 12:25 WIB
|
Editor Wisnubrata

Pengunjung yang datang bisa mendengar cerita setiap relief dari pemandu wisata yang sudah disediakan pengelola.

Baca juga: Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Mitos Kunto Bimo

Area tingkatan candi

Bentuk dasar bangunan candi terdapat tiga tingkatan yang melambangkan kosmologi Buddha Mahayana.

Tiga tingkatan itu adalah kamadhatu (kaki candi), rupadhatu (tubuh candi), dan arupadhatu (atas candi). Berikut pesona dan makna dari masing-masing tingkatan Candi Borobudur.

1. Area kamadhatu

Kamadhatu merupakan tingkatan paling bawah yang ada di Candi Borobudur. Tempat ini menggambarkan kehidupan manusia di dunia yang penuh keburukan, nafsu, dan bergelimang dosa.

Sebagian besar tingkatan kamadhatu tertutup oleh tumpukan batu yang menjadi penguat konstruksi candi.

Awalnya, candi Borobudur tidak memiliki bagian bawah yang selebar ini.

Namun, karena ada bagian tanah yang miring saat pembuatannya, akhirnya bagian bawah candi, termasuk panel-panel Mahakarmawibhangga yang melukiskan hubungan sebab akibat terpaksa ditutup menggunakan batu-batu fondasi tambahan.

2. Area rupadhatu

Naik satu tingkat ke bagian tengah candi dinamakan rupadhatu.

Tingkatan ini melambangkan kehidupan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu, tetapi masih terikat dengan hal-hal yang sifatnya duniawi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.