Tanda Diet yang Kamu Lakukan Merusak Kesehatan - Kompas.com

Tanda Diet yang Kamu Lakukan Merusak Kesehatan

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 12/01/2018, 14:40 WIB
Ilustrasi makanan dietDragonImages Ilustrasi makanan diet

KOMPAS.com - Ada satu indikator yang jelas bahwa diet yang kamu jalankan belum sukses, yaitu berat badan yang tidak berubah. Tapi, ternyata ada hal lain yang menandakan kamu harus mengganti jenis diet.

Tanda itu bukan sekadar muat-tidak muatnya pakaian kita, namun juga dampak kepada kesehatan. Dr Petra Simic dari Bupa Health Clinics menjabarkan beberapa tanda dari tubuh yang menunjukkan bahwa diet kita salah:

1. Bau mulut

Bau mulut bisa terjadi sebagai hasil dari proses metabolisme yang disebut Ketosis. Dr Simic menjelaskan, saat tubuh tidak memiliki cukup glukosa untuk mengolahnya jadi energi, maka tubuh alan membakar cadangan lemak. Ini menghasilkan asam yang disebut keton.

Keton ini lah yang membuat bau mulut. Baunya agak mirip dengan penghapus kuteks atau pewarna kuku.

Ia menyampaikan, orang-orang yang melakukan diet karbohidrat rendah juga cenderung  memiliki bau nafas serupa. Ini juga perlu diwaspadai sebagai alarm diabetes tipe 1.

"Solusinya, tambah porsi makanan, sehingga kamu mendapatkan tingkat energi yang dibutuhkan sehingga problem bisa diatasi," ujar Dr Simic.

Perlu diingat pula, keton bukan satu-satunya penyebab bau mulut. Beberapa sumber lainnya antara lain kopi, merokok dan perawatan gigi yang buruk.

Baca juga : 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Melakukan Diet Ketogenik

2. Rambut menipis

Rambut yang menipis adalah indikasi dari kurangnya zat besi. Dr Simic menjelaskan, zat besi berguna untuk memproduksi sel darah merah, yang membantu penyimpanan oksigen dan membawa oksigen di darah.

"Kalau kamu kekurangan zat besi, maka rambut akan menipis dan mungkin akan merasa lesu," katanya.

Untuk menambah zat besi, cobalah mengkonsumsi sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, kacang-kacangan seperti buncis, kacang merah dan daging merah.

"Perempuan di usia 20, 30 dan 40 tahun seharusnya memastikan bahwa diet yang mereka lakukan tinggi zat besi. Pasalnya, menstruasi rutin juga bisa memengaruhi level zat besi dalam tubuh," ujar Dr Simic.

Baca juga : Rambut Rontok Pada Pria Bisa Disebabkan Oleh Diet Ini

3. Diare berkepanjangan

Penyakit Celiac adalah reaksi imun dari tubuh karena memakan gluten pada gandum, barley dan rye. Salah satu tandanya adalah diare berkepanjangan.

Untuk penderita penyakit Celiac, memakan gluten memicu respon dari usus kecil yang bisa menimbulkan diare, kembung, turun berat badan, masalah pencernaan, dan sakit di bagian perut.

Gejala ini akan hilang jika gluten benar-benar dihilangkan.

Dr Simic mengingatkan, kondisi ini berbeda dengan intoleransi terhadap gluten. Meskipun faktanya, gejalanya serupa.

"Jika Kamu mengalami gejala-gejala itu, temui dokter dan konsultasikan masalahnya," ujar Dr Simic.

Ilustrasi perempuan di toiletvadimguzhva Ilustrasi perempuan di toilet
4. Sembelit

Bila kamu kesulitan buang air besar, berarti kamu kekurangan serat pada menu dietmu. Dr Simic mengungkapkan, sembelit juga bisa berarti kekurangan cairan.

"Baik serat maupun air dibutuhkan untuk buang air besar," ujar Dr Simic. Serat mengikat air untuk memperlancar proses buang air besar agar lebih mudah.

Untuk mengatasinya, minum lebih banyak air dengan menyertakan makanan kaya serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

5. Luka di ujung bibir

Inflamasi atau radang mulut terjadi saat adanya pecah-pecah atau luka pada ujung-ujung mulut. Hal ini bisa menjadi tanda kekurangan zat besi, bisa juga infeksi bakteri atau jamur.

"Coba gunakan pelembab bibir untuk beberapa hari. Jika tidak membaik atau bahkan memburuk, konsultasikan dengan dokter kesehatan," ujarnya

6. Lelah atau kurang energi

Mengkonsumsi karbohidrat terlalu banyak (termasuk gula) bisa membuat malas dan energi justru berkurang. Ini karema kenaikan level insulin dalam tubuhmemberi dampak pada gula darah.

Dr Simic menambahkan, orang yang tidak mengerti bisa jadi justru mengkonsumsi lebih banyak gula agar bertenaga.

"Naik-turun gula darah pun akan terjadi," kata dia.

Mengurangi gula akan membuat level energi menjadi stabil dalam waktu lama. Pilihlah makanan ringan yang perlahan melepaskan energi, seperti pisang dan kacang.

Baca juga : Mengapa Diet DASH Selalu Terpilih sebagai Diet Terbaik?

7. Ingin buang air kecil terlalu sering

Dr Simic menyampaikan, jika kamu merasa sering ingin buang air kecil, bukan selalu berarti kamu sudah banyak minum. Urin yang terlalu pekat juga akan memicu kandung kemih untuk bereaksi.

Bila itu terjadi, kandung kemih bisa menjadi iritasi dan menyebabkan kamu harus bolak-balik ke kamar mandi. Untuk mengatasinya, minumlah banyak air hingga warna urine lebih bening.

"Menariknya, kafein memiliki efek yang sama terhadap reseptor kimia pada kandung kemih. Membuatnya iritasi dan menyebabkan kamu lebih sering ke kamar mandi."

"Namun dampak kafein berbeda untuk setiap orang. Jadi, jika kamu mengalami gejala itu, sebaiknya menghindari kafein untuk sementara. Lalu lihatlah apakah ada dampaknya," kata Dr Simic.

8. Asam lambung

Penyakit asam lambung atay Gastro-oesopbageal Reflux Disease (GERD) biasa ditimbulkan karena adanya cincin otot pada Esofagus yang tidak bekerja dengan optimal. Biasanya, cincin otot itu terbuka untuk masuknya makanan ke perut kemudian menutup untuk menghentikan asam pada perut kembali ke Esofagus.

Tapi, jika memiliki penyakit asam lambung, asam pada perut merembes kembali ke Esofagus dan menyebabkan heartburn atau panas di dada.

"Mengkonsumsi alkohol juga akan membuat otot ini merenggang. Begitu juga merokok, kopi, kehamilan dan overweight," kata Dr Simic.

Jadi, sudah baikkah dietmu untuk tubuh?

PenulisNabilla Tashandra
EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM