Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

The Atjeh Connection, Diplomasi Kuliner Aceh di Jakarta

Demikian juga, melalui diplomasi kuliner, berbagai lapisan warga bisa menyatu dalam sepiring kuliner atau secangkir kopi untuk bersilaturahmi. Berbagai masalah bisa selesai di meja makan.

Salah satu duta diplomasi kuliner yang berkibar di Ibu Kota Negara yakni kehadiran restoran dan kafe, satu di antaranya adalah The Atjeh Connection.

Kafe tersebut menggunakan nama Aceh ditulis dalam ejaan lama "Atjeh," dilengkapi logo pria mengenakan "kopiah meukeutob" yang sangat khas Aceh.

Jaringan resto ini tersebar di Sarinah Thamrin, Bendungan Hilir, SCBD, Menteng Jalan Sabang, Slipi, Surabaya dan sekarang dipersiapkan di beberapa kawasan elite lain di ibu kota.

Desain interior restonya sangat khas, unik dan klasik, di mana ada perhatian besar terhadap benda-benda klasik dengan cita rasa seni tertentu.

Kafe klasik sekaligus seperti galeri mini di setiap resto di mana barang-barang yang ditampilkan adalah koleksi pemilik Atjeh Connection, Amir Faisal Nek Muhammad

Pada mulanya, kehadiran The Atjeh Connection Resto & Coffee adalah hobi untuk bersilaturahim dengan sahabat-sahabat sekaligus mempromosikan kuliner Aceh di Jakarta.

"Saya banyak teman. Kita saling bertemu dan berkomunikasi. Jadi ya sudah sekalian aja disediakan kulinernya, jadilah resto ini," kata Amir dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com di Jakarta, Sabtu (11/8/2019).

The Atjeh Connection pertama hadir di Apartemen Slipi, Jakarta pada 2015. Agar sajian kulinernya tidak alakadar, Amir yang memang punya cita rasa tinggi mengenai makanan, mendatangkan koki langsung dari Aceh.

Dari Slipi, The Atjeh Connection terus berkembang.

Filosofi The Atjeh Connection adalah "menghubungkan orang" atau dalam jargon Nokia, "the connecting people."

"Kami lebih sebagai ruang mempertemukan orang-orang, siapapun dia. Tentu dengan sajian kuliner, yang khas Aceh," kata Amir.

Restoran ini memang menyajikan menu favorit kopi sanger, kue ade, mie aceh, ayam tangkap, dan sebagainya.

Bukan hanya itu, The Atjeh Connection juga menyajikan menu yang relatif diterima oleh lidah semua pengunjung, seperti lontong sayur, kari kambing, nasi gurih dengan pelengkap rendang telor balado, sambal ganja, Plik U, Tiram, Kepiting Masak Aceh, dan lain-lain.

"Kami ingin menjadi duta kuliner Aceh di ibu kota serta menjadikan Aceh menjadi ikon nasional untuk Internasional,” jelas Amir.

The Atjeh Connection juga menawarkan ruang-ruangan untuk untuk pertemuan di mana masing-masing diberi nama daerah.

"Pemberian nama-nama ruangan itu sebagai perekat ke-Indonesia-an ," tambah sang istri, Anita Amir Faisal.

Satu lagi, The Atjeh Connection juga memiliki The Atjeh Connection Foundatioan, lembaga yang aktif terjun ke lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Barat, gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Saat ini, Atjeh Connection Foundation memiliki ratusan anak asuh yang mendapatkan beasiswa bulanan secara rutin yang tersebar di beberapa daerah, khususnya Jabodetabek.

"Kami ingin berbagi dalam bidang sosial, membantu sesama. Kehadiran kami tak sekedar sebuah restoran, melainkan juga berusaha berperan sosial," tambah Anita.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/11/123236220/the-atjeh-connection-diplomasi-kuliner-aceh-di-jakarta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke