Salin Artikel

Diet Keto Bisa Picu Peradangan Kulit, Apa Sebabnya?

Pola makan juga sangat berdampak pada kulit.

Banyak mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula, misalnya, terbukti merusak kulit.

Sementara, banyak mengonsumsi sumber makanan nabati bisa membuat kulit tampak lebih berkilau dan halus.

Sebuah riset secara khusus menyoroti pola makan yang tepat demi kulit yang tampak lebih baik.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Investigative Dermatology menganalisa salah satu pola makan paling populer, yaitu diet ketogenik.

Lemak sehat sangat penting untuk microbiome kulit yang sehat. Namun, studi ini menunjukkan, bahkan jenis lemak sehat sekalipun memiliki efek terhadap kulit.

Dalam studi yang dilakukan terhadap hewan, para peneliti menganalisa berbagai variasi diet keto tinggi lemak -sebab tidak setiap orang mengikuti setiap rencana makan.

Hasilnya, mereka menemukan lemak tertentu berdampak pada kondisi peradangan pada kulit.

Diet ketogenik merupakan diet yang berat dalam trigliserida rantai menengah (MCT), seperti minyak kelapa, yang menyebabkan peradangan yang diinduksi psoriasis.

Terutama, ketika lemak ini dikombinasikan dengan asam lemak omega-3.

Di sisi lain, para peneliti menemukan, diet keto seimbang dengan trigliserida rantai panjang (LCT), seperti minyak zaitun, minyak kedelai, ikan, kacang-kacangan, dan alpukat, tidak menyebabkan peradangan kulit.

Singkatnya, jika kamu mengikuti diet keto dan rentan terhadap gejala-gejala seperti psoriasis, kamu mungkin perlu berhati-hati dengan minyak kelapa.

Untuk diketahui, minyak kelapa merupakan salah satu bahan baku utama untuk para pelaku diet keto.

Namun, MCT telah terbukti memiliki beberapa manfaat kesehatan yang tergolong signifikan, seperti meningkatkan energi, menurunkan kolesterol, mengelola epilepsi, dan lainnya.

Jadi, bukan berarti kamu tidak boleh sama sekali mengonsumsi lemak ini.

Bahkan, minyak kelapa juga telah terbukti dapat membantu gejala psoriasis ketika dioleskan ke kulit yang meradang.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuat korelasi yang pasti, studi ini hanya menekankan kecantikan kulit benar-benar diciptakan dari dalam dan dimulai dengan pola makan seimbang.

Namun, apakah ini merupakan penyebab ruam keto?

Penelitian ini bukan yang pertama untuk mengukur efek keto pada microbiome kulit.

Para ilmuwan sebelumnya telah menciptakan kondisi yang disebut "ruam keto," setelah mempelajari tingkat peradangan kulit pada individu yang baru beralih ke pola makan keto.

Studi-studi ini berfokus pada pembatasan karbohidrat.

Mereka menduga, perubahan besar dalam pola makan bisa menjadi alasan ruam, karena tubuh orang bisa bereaksi terhadap batasan pola makan baru yang ketat.

Peneliti utama studi, Barbara Kofler, Ph.D., meyakini studi ini dapat memengaruhi cara para profesional merekomendasikan rencana makan.

"Studi ini mengarah pada pemahaman yang lebih luas tentang kemungkinan efek diet ketogenik, dengan kandungan lemak yang sangat tinggi, pada peradangan kulit."

"Juga digarisbawahi pentingnya komposisi asam lemak dalam makanan," kata dia.

Sebab, para pelaku diet keto sangat membanggakan gaya hidup yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat.

Penelitian ini sangat penting bagi banyak orang untuk memahami jenis lemak sehat tertentu yang harus diwaspadai.

Jika ada, itu menunjukkan bahwa tidak semua lemak sama.

Apa artinya untuk para pelaku keto?

Penting untuk dicatat, penelitian ini menghubungkan keto dengan kondisi yang memperburuk peradangan, namun hal ini tidak terjadi tanpa sebab.

Jika kamu tidak rentan terhadap kondisi peradangan, seperti psoriasis, kamu mungkin akan baik-baik saja dengan pola makan tinggi lemak, rendah karbohidrat.

"Kurasa kebanyakan orang yang mengikuti diet ketogenik tidak perlu khawatir tentang efek peradangan kulit yang tidak diinginkan."

"Meski begitu, pasien dengan psoriasis tidak boleh menganggap diet ketogenik sebagai pilihan terapi tambahan," kata Kofler.

Sebelum memilih menjalankan diet keto atau diet ketat lainnya, lebih baik kamu mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Sebab, perjalanan menuju kesehatan yang paling optimal bisa berbeda untuk setiap individu, dan kuncinya adalah personalisasi.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/19/110000520/diet-keto-bisa-picu-peradangan-kulit-apa-sebabnya-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.