Salin Artikel

Pandemi Covid-19, Pasangan Ini Gelar Pernikahan di Atap Apartemen

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, kita banyak mendengar rencana pernikahan yang dibatalkan, atau terpaksa hanya digelar secara kecil-kecilan bersama anggota keluarga.

Nasib sama juga dialami pasangan Paula Fastuca dan Ken Caccavale.

Pasangan yang bertemu secara online lewat OKCupid di tahun 2014 ini pada awalnya berencana menggelar resepsi pernikahan dengan 185 tamu di Box House Hotel Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada Maret 2020.

Namun, pandemi Covid-19 mengubah total rencana mereka.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian itu, Festuca dan Ken menghubungi daftar undangannya satu per satu, menanyakan apakah mereka akan datang jika resepsi tetap digelar.

"Dari situ kami menyadari bahwa kami tidak bisa menggelar resepsi seperti yang direncanakan dan membuat semua orang nyaman," kata Fastuca.

Mereka pun menunda resepsi pernikahan hingga Januari 2021, namun pernikahan tetap diselenggarakan pada jadwal yang telah direncanakan, yaitu 21 Maret.

Pernikahan digelar secara intim bersama hanya lima tamu undangan resmi. Lokasinya, hanya di atap apartemen dengan perlengkapan seadanya.

Fastuca melakukan dekorasi sendiri menggunakan barang-barang yang ia miliki, ia pinjam, dan beberapa barang membeli baru.

Cermin, misalnya, yang ia rencanakan dipasang pada resepsi, ia pajang di apartemen untuk menciptakan suasana meriah.

Persiapan mereka lakukan selama seminggu. Teemasuk mempersiapkan dekorasi bunga kering.

Fastuca menggunakan kamarnya sebagai kamar pengantin. Ia mengenakan tudung ibunya, sarung tangan lama, anting dari ibu mertuanya, serta menghias rambutnya dengan bunga berwarna biru.

Namun, pakaian pengantin mereka adalah pakaian baru.

Fastuca mengenakan gaun Grace Loves Dress dan Ken memakai tuksedo dari The Black Tux.

Fastuca juga merias wajahnya sendiri. Demi membuat suasana seperti resepsi pada umumnya, ia juga menggelar sesi foto pengantin perempuan.

"Aku masih tetap mendapatkan momentumnya," kata dia.

Banyak dari anggota keluarga mereka yang tidak bisa hadir. Seperti kakek dan nenek Ken serta kakak dari Ken, serta kakak dan ipar Fastuca.

Di ruang keluarga, mereka memajang foto-foto pernikahan orangtua dan kakek-nenek mereka sebagai pengobat rindu.

"Kurasa salah satu bagian terberatnya adalah menelepon kakakku dan kakak Ken, memberitahu mereka untuk tidak perlu terbang ke sini," katanya.

Tak lupa, ada hiasan lentera agar terlihat romantis.

Anggota keluarga yang hadir sudah mempersiapkannya sehingga saat pengantin tiba, tempat sudah siap.

Orangtua Ken bahkan membawa kelopak-kelopak bunga mawar untuk mempercantik tempat tersebut.

"Aku tidak tahu itu. Benar-benar kejutan yang sangat indah," kata Fastuca.

Fastuca dan Ken bahkan menyewa fotografer, Yumi Matsuo, untuk mendokumentasikan momen spesial mereka.

Termasuk ketika ayah Fastuca mengantarnya berjalan menuju pengantin pria.

Mereka menemukan penghulu secara online sebagai pengganti paman Ken yang seharusnya membimbing mereka mengucap janji suci.

Namun, sang paman tinggal di tempat yang jauh dari mereka.

"Dia (penghulu) sangat baik. Awalnya dia khawatir datang, namun akhirnya dia mau melakukannya. Kami sangat beruntung bisa menemukannya," kata Fastuca.

Meski hanya dihadiri sedikit tamu, namun Fastuca dan Ken tetap merasakan kemeriahan hari pernikahan mereka.

Ken bahkan tetap terkesima melihat Fastuca yang tampil cantik dengan balutan gaun pernikahan.

Momen tersebut terasa lebih spesial karena kehadiran keluarga inti.

"Melihat wajah Ken saat itu adalah ingatan yang paling indah," katanya.

Mereka pun menikmati sampanye bersama.

Bagi Fastuca, momen itu menjadi pengalaman berbeda yang amat berkesan baginya. Bahkan ia kini memiliki perspektif yang berbeda mengenai pernikahan.

"Dengan perencanaan pernikahan yang besar, kami mungkin akan saling berdebat tentang hal-hal seperti dekorasi atau makanan yang akan disajikan," kata Fastuca.

"Pernikahan yang besar mungkin menyenangkan, namun sebetulnya pernikahan adalah bagaimana kita sebagai pengantin merasakan cinta satu sama lain."

Bahkan, di tengah situasi sulit ini dia justru merasakan dukungan yang begitu besar dari orang-orang terdekatnya.

Fastuca pun merasa mereka semakin dekat satu sama lain.

"Momen ini benar-benar menunjukkan warna asli setiap orang. Ini menunjukkan kepada kita apa yang penting dalam hidup dan apa yang kita hargai."

"Semua orang sangat positif terhadap kami, dan ini merupakan perasaan yang luar biasa untuk berbagi kisah kami," tambah Fastuca.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/12/180000620/pandemi-covid-19-pasangan-ini-gelar-pernikahan-di-atap-apartemen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.